HEADLINESRIWIJAYA.COM,- BANYUASIN.– Masyarakat Desa Bukit , Kecamatan Betung , Kabupaten Banyuasin sangat mendambakan air bersih dari PDAM Tirta Betuah Banyuasin Warga selama inimenggunakan air sumur, dan Bendungan.atau Dam dari SPN Polda Sumsel untuk kebutuhan sehari-hari.
Usulan ini disampaikan Kadus dusun 1 desa Bukit, Wahyudi Arsah(40) saat kegiatan Reses III masa persidangan 1 tahun 2020 dihadapan delapan Anggota DPRD Banyuasin Dapil II,
Parida dari partai Golkar, Jufri Yadi dari Partai PDIP, Indra Gunawan dari Partai Gerindra, Alexander dari Partai PKB, Tismon dari Partai PAN, Sumanto dari Partai PKS, Ali Mahmudi dari Partai Demokrat dan Asdianto dari Partai Perindo.
Menurut Wahyudi di desa bukit merupakan daerah perbatasan desa Filage 2, Desa gajah Mati kecamatan Babat Supat kabupaten Muba.. namun desa kami sangat mengharapkan adanya Air PDAM, Karena Musin Kemarau sumber air dari Sumur kering kami beli air terkadang juga mintak bantu air dari SPN yang ada Dam atau embungnya tempat tampungan Air..itu hanya untuk sekedar mencuci dan Mandi..untuk minum beli air kemasan isi ulang.
Berharap pada Pemerintah Kabupaten Banyuasin melalui Bapak Anggota DPRD dapil II Betung Agar bisa di membangunkan Boster Air PDAM secara bertahap baru instalasinya. Kalau sekaligus mungkin terkendala Anggaran.namun bapak- Bapak dewan kalau mau membantu Rakyatnya kami meyampaikan keluhan warga desa kami agar bisa aspirasi ini disampaikan ke pimpinan dewan.dan pemerintah kabupaten Banyuasin.
Agus wahyudi mantan kades desa Bukit, mengatakan bahwa apa menjadi keluhan dan dambaan warga desa Bukit sudah lama masuknya PDAM ke SPN dodik, berharap adanya penambahan jaringan dari PDAM dari Betung ke desa Bukit warga Bukit hampir 1000 KK sangat kesulitan Air Bersih apabila sudah masuk musim kemarau.
” jadi kalau ada Pokir DPRD dapil II bisa dibangunkan Boster Air PDAM secara bertahap, imbuhnya.
Jupriadi, Anggota DPRD dapil.II mengatakan Bahwa apa yang menjadi usul dan saran akan kita sampaikan pada pimpinan . Karena untuk Anggaran PDAM.dananya cukup besar, namun tahun 2021 ini kita berusaha memintak Bantuan dari Propinsi untuk pembuatan Sumur Bor atau pembuatan sumur biasa untuk mengatasi kesulitan air bersih dananya tifak terlalu besar. (HS)






