HEADLINESRIWIJAYA.COM
Jambi, 2 Agustus 2025 – Warga dari Aur Kenali, Mendalo Darat, Mendalo Laut, Penyengat Rendah, dan wilayah sekitarnya bersama WALHI Jambi menggelar konferensi pers di Posko Perlawanan Rakyat, sebagai bentuk penolakan terhadap rencana pembangunan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) atau stockpile oleh PT. Sinar Anugrah Sentosa (PT. SAS).
Stockpile ini direncanakan berada sangat dekat dengan kawasan permukiman dan sumber air bersih masyarakat, termasuk Intake PDAM Aurduri, yang merupakan infrastruktur vital penyedia air bersih bagi sekitar 20.000 rumah tangga di Kota Jambi.
Barisan Perjuangan Rakyat Dideklarasikan
Warga terdampak mendeklarasikan wadah perjuangan kolektif bernama Barisan Perjuangan Rakyat (BPR), sebagai simbol perlawanan terhadap ancaman perampasan ruang hidup dan keselamatan lingkungan oleh industri ekstraktif.
Direktur Eksekutif Daerah WALHI Jambi, Oscar Anugrah, menyampaikan bahwa pembangunan stockpile ini merupakan bentuk kejahatan ekologis:
> “Pembangunan yang mengorbankan keselamatan rakyat dan keberlanjutan lingkungan bukanlah pembangunan, melainkan kejahatan ekologis. Negara harus berpihak pada keselamatan rakyat, bukan pada kepentingan modal, sesuai amanat UUD 1945 Pasal 28H ayat (1) dan UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.”
Oscar juga menegaskan bahwa kedekatan lokasi dengan Intake PDAM menimbulkan risiko besar pencemaran air bersih dan membahayakan kesehatan masyarakat dalam jangka panjang.
Ketua BPR, Rahmat Supriadi, turut menyerukan kepada pemerintah:
> “Rakyat adalah majikan konstitusi. Kami tidak menolak investasi, tapi kami menolak investasi yang membawa maut dan menghancurkan lingkungan tempat tinggal kami.”
Penolakan Juga Datang dari Kelompok Pemuda
Aldian, perwakilan pemuda dari Aur Kenali dan sekitarnya, menyampaikan:
> “Pembangunan stockpile batubara seluas 70 hektare ini akan berdampak langsung terhadap kesehatan, ekonomi, dan sosial warga. Kami menolak karena ini mengancam seluruh keluarga kami.”
TUNTUTAN BARISAN PERJUANGAN RAKYAT DAN WALHI JAMBI:
1. Mendesak Pemerintah Pusat dan Provinsi Jambi mencabut seluruh izin pembangunan stockpile PT. SAS di wilayah permukiman warga.
2. Menuntut Pemerintah Kota Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi melindungi kesehatan dan lingkungan masyarakat dari dampak buruk pembangunan stockpile.
3. Menuntut transparansi dan partisipasi publik dalam seluruh proses perizinan yang berdampak pada lingkungan dan kesehatan warga.
4. Menolak secara tegas pembangunan stockpile PT. SAS di kawasan permukiman karena membahayakan kualitas hidup masyarakat.
NARAHUBUNG:
Oscar Anugrah – Direktur Eksekutif Daerah WALHI Jambi
📞 0811-7492-662
Rahmat Supriadi – Ketua Barisan Perjuangan Rakyat
📞 0813-6785-1069
Aldian – Perwakilan Pemuda
📞 0822-7838-0592
