Bukittinggi, Headlinesriwijaya–Hari pertama masuk sekolah, SMA Negeri Bukittinggi digembok tokoh masyarakat akibat tak diterimanya sejumlah calon siswa yang berdomisili di sekitarnya Senin 14 Juli 2025.
Penggembokan yang membuat heboh kota itu, mendapat tanggapan serius dari walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias dengan mendatangi sekolah itu Selasa 15 Juni 2025.
Menurut Ramlan Nurmatias, sistem penerimaan murid SMA ini terpusat dari kementerian, pemerintah daerah baik Wali Kota, dan Gubernur Sumatera Barat tidak punya kewenangan.
“Kondisinya sudah pasti itu tidak bisa dipaksakan, karena penerimaan murid baru melalui sistem terpadu online tidak memberikan ruang kepada pihak lain untuk ikut campur,” jelasnya, Selasa (15/7/2025).
Ramlan Nurmatias menyebutkan, ini tahun pertama pendaftaran melalui sistem yang dikelola kementerian pendidikan bagian dasar dan menengah.
“Sebelumnya mungkin bisa dimasukkan. Kini tidak lagi, karena ada 200 data yang terkunci, namun saya berjanji segera memberikan solusi kepada ratusan anak warga Kota Bukittinggi yang terdata, dan belum diterima di SMA manapun,” terang Wali Kota.
Ramlan Nurmatias menambahkan, langkah segera disusun agar anak tetap bisa melanjutkan pendidikannya. Salah satunya SMA 4 masih bisa menerima.
“Jika terhalang kondisi jarak, Pemko Bukittinggi siap membantu melalui Program Transportasi Gratis Pelajar,” tuturnya.
Terkait adanya peristiwa penggembokan SMA 5 yang hingga kini masih terkunci, Ramlan Nurmatias menyatakan pihaknya segera berkomunikasi dengan warga dan tokoh adat.
“Kami bersama DPRD akan bicarakan dengan Ninik Mamak (Tokoh Adat) dan Parik Paga Nagari. Nanti apa langkah-langkahnya,” tuturnya.
Ramlan Nurmatias menegaskan, kewenangan pengelolaan sekolah tingkat SMA sudah pernah diminta untuk dikelola sendiri oleh Pemko namun belum bisa dilaksanakan.
“Kondisinya Undang-Undang yang menyerahkan kewenangan ke Pemerintah Provinsi, saya sudah pernah protes agar bisa Pemko mengelola sendiri,” ungkapnya.
Sebagaimana yang terjadi sebelumnya , Parik Paga Nagari (pemuka adat) Kurai Limo Jorong, menggembok SMA Negeri 5 Bukittinggi, Senin (14/7/2025).
Diketahui, pengembokan sekolah tersebut akibat tidak diterimanya sejumlah peserta didik di SMAN 5 Bukittinggi.
Akibat pengembokan sekolah tersebut, aktivitas belajar mengajar terganggu lantaran guru dan siswa tertahan di gerbang SMAN 5 Bukittinggi.
Menanggapi pengembokan tersebut, Tokoh masyarakat sekaligus pengurus Parik Paga Kurai, Hasanuddin Sutan Rajo Bujang, mengatakan, sejumlah anak nagarinya tidak diterima di SMAN 5 Bukittinggi.
“Kami minta hak didik anak kemenakan kami sesuai Permendikbud, karena setidaknya sebanyak 35 peserta didik yang berada di zona lokasi SMAN 5 Bukittinggi, tidak lulus saat pendaftran,” terangnya.
Hasanuddin menerangkan, 8 orang anak kemanakan di sekitar SMAN 5 Bukitittnggi tidak lulus. Sedangkan dari Koto Selayan dan Garegeh sebanyak 35 orang. (Ridwan/YPA)
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias menanggap permasalahan penerimaan murid baru, Selasa (15/7/2025). Ridwan
