#Kolaborasi Pemkab Muba dan PPSDM Migas Diharapkan Hasilkan SDM Siap Kerja dan Magang di Sektor Migas
CEPU – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) resmi menyerahkan 40 peserta program Generasi Unggul Muba ke PPSDM Migas Cepu, Rabu (6/5). Program ini menjadi bagian dari komitmen daerah dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul di sektor industri minyak dan gas.
Bupati Muba HM Toha Tohet melalui Kepala Disnakertrans Muba, Herryandi Sinulingga, AP, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa kolaborasi ini harus memberikan dampak nyata dan berkelanjutan, bukan sekadar pelatihan formal.
“Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada sertifikat. Harus ada tindak lanjut berupa peluang magang hingga penempatan kerja di industri migas,” tegas Sinulingga.
Ia menambahkan, PPSDM Migas Cepu yang berada di bawah Kementerian ESDM memiliki posisi strategis dengan jaringan luas di sektor migas nasional. Karena itu, sinergi ini diharapkan mampu membuka akses nyata bagi putra-putri daerah.
“Harapan kami, program ini terintegrasi dengan magang kerja sehingga ilmu yang didapat bisa langsung diterapkan di lapangan,” ujarnya.
Sinulingga juga menekankan pentingnya peran PPSDM sebagai jembatan antara lulusan dan perusahaan migas, khususnya yang beroperasi di wilayah Muba.
“Jangan sampai anak-anak yang sudah dididik tidak mendapatkan kesempatan bekerja di daerahnya sendiri. Target kami jelas, lulusan harus bisa langsung bekerja atau minimal magang di industri migas,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala PPSDM Migas Cepu, Waskito Tunggul Nusanto, menyambut positif langkah Pemerintah Kabupaten Muba dalam menyiapkan talenta lokal yang kompeten dan siap bersaing.
“Kami mengapresiasi langkah progresif Disnakertrans Muba. PPSDM berkomitmen memberikan pendidikan berbasis standar industri serta siap menjembatani lulusan dengan jejaring perusahaan migas nasional,” ungkap Waskito.
Sebanyak 40 peserta akan menjalani pelatihan intensif serta sertifikasi kompetensi. Program ini diharapkan menjadi model pengembangan SDM vokasi di Muba, sehingga mampu melahirkan tenaga kerja profesional yang siap pakai dan berdaya saing tinggi di industri migas.(*)
Editor: Heri chaniago
