Headlinesriwijaya.com
Bukittinggi, -Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) gelar bimbingan teknis (bimtek) Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana (Jitupasna) 2023. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Balaikota Bukittinggi, Rabu (09/08/2023)
Kepala Pelaksana Harian BPBD Bukittinggi, Ibentaro Samudra, menjelaskan, Bukittinggi berada di daerah patahan semangka. Bukittinggi juga berada pada segmen Sianok, yang berpotensi terjadinya bencana gempa dan tanah longsor.
Apapun bentuk ancaman musibah, tentu harus waspada. Ada enam kelurahan yang berada pada pinggiran Ngarai. Jika terjadi gempa bumi, kawasan ini rawan longsor. Untuk itu, butuh upaya relokasi bagi warga yang ada di pinggir Ngarai. Namun itu, butuh kajian dan proses yang cukup panjang serta dapat dilakukan secara bertahap,” jelasnya.
Untuk mengurangi resiko bencana, butuh Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana (Jitupasna). Inilah yang menjadi dasar bimtek jitupasna yang diikuti perangkat kelurahan serta perwakilan dari.masing masing SKPD se Kota Bukittinggi.
Jika terjadi bencana yang cukup besar, diperlukan pengkajian penghitungan berapa kebutuhan, korban jiwa dan apa yang harus dilakukan. Bimtek jitupasna ini dilaksanakan selama dua hari, dengan narasumber dari BPBD Provinsi Sumatra Barat,” ujarnya.(*)
