Bukittinggi Gemilang Wujudkan Kota Sehat, Kembali Ukir  Penghargaan Nasional Swasti Saba Wiwerda 2025

HEADLINESRIWIJAYA.COM
KOTA BUKITTINGGI dibawah kepemimpinan pasangan H.M. Ramlan Nurmatias – Ibnu Asis dalam meudukan Kota Sehat  memang gemilang. Betapa tidak, dipenghujung tahun 2025 ini, kota berkeadilan dan berbudaya ini dalam mewujudkan Kota Sehat kembali meraih  prestasi di bidang kesehatan berbuah manis.

Duet RAMLANIBNU 2025-2030 yang terkenal dengan  Visi yang diusungnya “Bukittinggi Gemilang Berkeadilan  dan Berbudaya” ini  berhasil meraih  penghargaan nasional Swasti Saba Wiwerda Tahun 2025.

Penghargaan bergengsi bidang kesehatan ini diserahkan Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, yang  diterima Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias melalui Zoom Meeting  diwakili Kepala Dinas Kesehatan, Ramli Andrian, bersama Forum Kota Sehat, di Balai Kota Bukittinggi Command Center (BCC), Jumat, 28 November 2025 lalu.

Penghargaan dalam upaya pemerintah kota Bukittinggi dalam mewujudkan kota sehat bukan  tahun pada tahun 2025 ini bukan untuk pertama kalinya,  akan tetapi sudah yang kelima kalinya.

Prestasi ini pertama diraih pada tahu 2015, yakni penghargaan Swasti Saba Padapa pada 2015, Swasti Saba Wiwerda pada 2017, Swasti Saba Wistara pada 2019 , Swasti Saba Wiwerda pada 2023 dan dienghujung tahun 2025 ini untuk kelima kalinya Bukittinggi kembali meraih penghargaan Swasti Saba Wiwerda .

Sebagaimana dipaparkan  Forum Kota Sehat Bukittinggi, pertama, Swasti Saba Padapa yang diraih pada tahun 2015,   merupakan apresiasi pemerintah pusat ke kota Bukittinggi  yang dianggap mampu mengimplementasikan prinsip kota sehat secara menyeluruh dengan memenuhi sembilan tatanan kota sehat secara konsisten dan berkelanjutan.

Kedua pada tahun 2017, Swasti Saba Wiwerda yang diraih merupakan  bentuk apresiasi pemerintah atas keberhasilan kota Bukitinggi dalam memenuhi Sembilan tatanan dan 136 indikator Kota Sehat.

Ketiga, Swasti Saba Wistara yang diraih pada tahun  2019 adalah predikat tertinggi dalam program Kota Sehat yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri kepada kota Bukittinggi yang dinilai berhasil menerapkan prinsip-prinsip kesehatan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Keempat, penghargaan Swasti Saba Wiwerda yang ditorehkan Bukittinggi pada tahun 2023, merupakan  bentuk apresiasi atas keberhasilan kota dalam memenuhi sembilan tatanan dan 136 indikator Kota Sehat.

Kepala Dinas Kesehatan Bukittinggi Ramli Andrian

“Alhamdulillah, untuk kelima kalinya, Swasti Saba Wiwerda kembali dapat kita raih pada tahun 2025 ini. Penghargaan ini sangat penting bagi kota yang berkomitmen mewujudkan kota sehat. Terima kasih kepada seluruh SKPD dan Forum Kota Sehat atas kerja keras dan kolaborasinya. Ini adalah hasil kerja lintas sektor. Program kesehatan bukan hanya tugas tenaga kesehatan, tetapi tanggung jawab semua pihak. Dengan penghargaan ini, kita akan terus meningkatkan upaya mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan lingkungan yang lebih baik,” ujar Kepala Dinas Kesehatan, Ramli Andrian.

Dengan penghargaan ini, lanjut Ramli Andrian.kiita  akan terus meningkatkan upaya mewujudkan  masyarakat yang lebih sehat dan  lingkungan yang lebih baik. Sekaligus menegaskan bahwa capaian ini menjadi bukti konsistensi program kesehatan dan pembinaan kawasan sehat di Bukittinggi.

Bukittinggi terus berkomitmen mewujudkan kota yang bersih, aman, nyaman, dan sehat. Dengan keberhasilan ini, posisi Kota Bukittinggi sebagai destinasi yang sehat bagi masyarakat maupun wisatawan semakin diperkuat.

Kota Bukittinggi telah membuktikan dirinya sebagai salah satu kota sehat di Indonesia. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi seluruh masyarakat Bukittinggi untuk terus menjaga kesehatan dan lingkungan.

Ramli Andrian berharap ke depan kolaborasi lintas sektor dapat semakin diperkuat untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi. Dengan kerja sama yang baik, Bukittinggi akan menjadi kota yang lebih sehat dan sejahtera.

Bukittinggi siap menjadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia dalam mewujudkan kota sehat. Penghargaan Swasti Saba Wiwerda 2025 menjadi bukti keseriusan Bukittinggi dalam menjaga kesehatan masyarakat dan lingkungan.

Prestasi gemilang yang diraih pemerintah kota dipenghujung tahun ini  telah memperkaya deretan prestasi kota Bukittinggi dalam mewujudkan kota sehat. Prestasi ini merupakan kado Istimewa bagi kota Bukittinggi dalam menyemarakkan Hari Jadi Kota (HJK) Bukittinggi yang ke 241 yang jatuh pada tanggal 22 Desember 2025 ini.

Capaian ini menjadi bukti konsistensi program kesehatan dan pembinaan kawasan sehat di Bukittinggi, dan berharap ke depan kolaborasi lintas sektor dapat semakin diperkuat untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi.

Upaya Bukittinggi Gemilang Menuju Raih Penghargaan Swasti Saba Wiwerda 2025

Berhasilnya kota  Bukittinggi meraih penghargaan dalam upaya mewujudkan Kota Sehat tak terlepas dari berbagai program yang dilaksanakan pemerintah Bukittinggi periode 2025-2030 dibawah kepemimpin H.M.Ramlan Nurmatias –Ibnu Asis bersama jajarannya yang mengusung visi “Bukittinggi Germilang Berbudaya dan Berkeadilan.

Dalam mendukung kota sehat, Bukittinggi telah melakukan berbagai upaya, sehingga  Bukittinggi meraih penghargaan nasional Swasti Saba Wiwerda 2025, Dalam mewujudkan kota sehat Ramlan Nurmatias –Ibnu Asis yang telah dilakukan  dengan program kolaboratif lintas sektor seperti penurunan stunting dan peningkatan kesadaran hidup sehat. Upaya ini melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah, dinas kesehatan, SKPD, kader, dan masyarakat, yang bekerja sama dalam meningkatkan gizi dan kesehatan warga.

Bahkan, predikat Kota Layak Anak kategori Utama pun telah didapat dan menjadi satu satunya kota di Sumatra Barat yang mendapat penghargaan itu. Predikat ini diwujudkan melalui berbagai program, di antaranya penyediaan puskesmas ramah anak, peningkatan perlindungan anak, serta upaya menciptakan lingkungan yang bersih, sehat dan aman bagi generasi muda.

Wali Kota Bukittinggi H.M. Ramlan Nurmatias

Penurunan angka stunting di Bukittinggi dari 20,1% pada 2023 menjadi 16,8% pada 2024, di bawah rata-rata provinsi dan nasional. Upaya ini dilakukan Pemerintah Kota Bukittinggi  melalui program seperti Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) memberikan bantuan nutrisi dan memperkuat koordinasi antarlembaga.

Peningkatan Kesehatan Masyarakat, Pemerintah Kota mendukung kegiatan pemeriksaan kesehatan dan penyuluhan untuk mendorong gaya hidup sehat, terutama di tengah meningkatnya tren wisata kuliner.

Lomba pengolahan pangan lokal B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) diadakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya konsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang.

Terjadinya  peningkatan kesadaran akan pentingnya imunisasi, yang dibuktikan dengan keberhasilan menekan kasus campak melalui intervensi imunisasi yang masif.

Bukittinggi juga telah mencapai Universal Health Coverage (UHC) dan memperkuat kerja sama dengan BPJS Kesehatan untuk menjamin kesehatan seluruh warga.
Kolaborasi dan komitmen.

Kolaborasi Lintas Sektor: Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama antara pemerintah daerah, Forum Kota Sehat (FKS), SKPD, perguruan tinggi, tenaga medis, dan masyarakat.

Pentingnya komitmen bersama dan konsistensi program kesehatan di Bukittinggi terus dijaga untuk menciptakan generasi yang sehat, kuat, cerdas, dan berkualitas.

Peran Aktif Masyarakat: Masyarakat, melalui kader PKK dan berbagai elemen lainnya, didorong untuk berperan aktif dalam menyebarluaskan pemahaman tentang pola hidup sehat dan gizi seimbang.

Upaya Bukittinggi menuju kota sehat 2025 berfokus pada kolaborasi lintas sektor, pemberdayaan masyarakat melalui program seperti Sekolah Keluarga Gemilang dan penanaman tanaman sehat di rumah, penataan infrastruktur kota (listrik bawah tanah, pasar bersih), serta penguatan pembinaan kawasan sehat, yang berhasil membuahkan penghargaan Swasti Saba Wiwerda 2025.

“Sebagai kota wisata yang ramai dikunjungi, Bukittinggi akan  terus berupaya menjaga kebersihan kota. Berbagai kegiatan dilakukan, mulai dari pengelolaan sampah, peningkatan sanitasi, penerapan K3, hingga pengawasan kualitas produk di pasar. Tujuannya adalah menciptakan pasar yang bersih, aman, dan nyaman bagi pedagang maupun pembeli.Sehinga kota sehat yang kita cintai semakin ramai dikunjungi wisatawan,” Wako Bukittinggi Ramlan Nurmatias.(Penulis : Ridwan)