Walikota Lubuklinggau Beri Sanksi ASN yang Bolos 

HEADLINESRIWIJAYA.COM

LUBUKLINGGAU – Seluruh pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau mengikuti apel perdana pasca libur lebaran.

Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe memimpin langsung apel tersebut. Apel berlangsung di halaman depan Pemkot Lubuklinggau, (9/5).

“Jumlah ASN kita diluar daripada Guru 2248, guru 1.008. Jadi hadir semua saya lihat. Mudah-mudahan 99 persen hadir,” kata Walikota.

Menurutnya, ASN yang tidak hadir tanpa keterangan tentu ada sanksi yang diberikan. Dan sanksi tersebut diberikan masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Inspektorat.

“Bagi ASN yang cuti harus ada surat keterangan seperti cuti, sakit. Tidak apa-apa. Kalau bolos ada sanksi,” ungkapnya.

Selain itu, Nanan dalam apel perdana juga sekaligus bersilaturahmi untuk saling memaafkan dengan ASN dilingkungan Pemkot Lubuklinggau. Momen bersilaturahmi dan saling memafkan untuk berkumpul jarang dilakukan.

“Ini kan jarang-jarang kan, setahun dua kali kita bisa kumpul ramai-ramai untuk silaturahmi,” terangnya.

Karena itu ia menambahkan kegiatan terebut dimanfaatkan untuk saling maaf-maafn dan bersalam-salaman.

Lebih lanjut, Walikota juga mengawali kerja pasca libur lebaran menyampaikan beberapa pesan kepada seluruh ASN. Orang nomor satu di Bumi Sebiduk Semare itu meminta ASN harus tetap menjaga kebersamaan dan kesinergian.

“Saya kasih contoh bahwa saya dan Pak Wawako saja terus bersinergi. Itu untuk memberikan contoh supaya ASN dan elemen masyarakat juga harus bersinergi,” bebernya.

Kemudian meminta ASN tetap semangat untuk memberikan yang terbaik buat masyarajat. Karena masyarakat sudah tahu tentang keterbatasan dan kekurangan yang dimiliki Pemkot Lubuklinggau.

“Karena masa pandemi 2 tahun ini kan banyak yang harapan-harapan kita jadi hilang, program-program kita juga jadi hilang,” ujarnya.

Nanan juga meminta ASN untuk harus bisa membangun, melakukan siasat strategi dan mencari prioritas. Dalam pengertian dengan keterbatasan anggaran dampak pandemi, maka harus mencari strategi. Agar pelayanan kepada masyarakat bisa terpenuhi. Dan program tetap bisa berjalan.

“Maka kita harus lakukan prioritas. Prioritas yang penting kita dahului. Yang selebihnya kita bikin bertahap,” pungkasnya.(*

)