Wako Jambi Apresiasi  Forum SELARAS MIGAS,Perkuat Tata Kelola Aset Negara dan Keselamatan Operasi Hulu Migas

HEADLINESRIWIJAYA.COM.

JAMBI – Kegiatan SELARAS MIGAS yang digelar di Hotel BW Luxury Jambi, Rabu (6/5/2026), menjadi forum strategis dalam memperkuat sinergi lintas sektor terkait tata kelola pemanfaatan Barang Milik Negara (BMN) di sektor hulu minyak dan gas bumi.
Kegiatan yang diinisiasi Pertamina EP Field Jambi dan PHE Jambi Merang itu mempertemukan berbagai pemangku kepentingan guna mendukung pengelolaan aset negara yang tertib, aman, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat komitmen terhadap keselamatan operasi migas, perlindungan masyarakat, dan kelestarian lingkungan.
Forum tersebut menghadirkan sejumlah narasumber penting, di antaranya Wali Kota Jambi, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Wilayah Sumatera Bagian Selatan, KPKNL Jambi, Korem 042/Garuda Putih, Kejaksaan Tinggi Jambi, hingga SKK Migas Sumbagsel. Peserta kegiatan berasal dari unsur Forkopimca di wilayah kerja Pertamina EP Field Jambi dan PHE Jambi Merang.

Sebagai industri strategis nasional, sektor hulu migas memiliki peran vital dalam menjaga ketahanan energi dan mendukung penerimaan negara. Dalam operasionalnya, sektor ini memanfaatkan BMN yang dikelola Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), termasuk Pertamina EP Field Jambi dan PHE Jambi Merang di bawah pengawasan SKK Migas.
Meningkatnya kebutuhan pemanfaatan aset negara untuk kepentingan publik dan pembangunan daerah dinilai memunculkan tantangan baru. Karena itu, pemanfaatan BMN harus tetap berada dalam koridor regulasi, mengedepankan prinsip tata kelola yang baik, legalitas, serta tidak mengganggu keberlangsungan operasi hulu migas.

Foto:Foto bersama Wali Kota Jambi, SKK Migas, Pertamina, narasumber dan peserta SELARAS MIGAS 2026.( hms.)

Pjs GM Pertamina Hulu Rokan Zona 1, Tedjo Soemantri, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga tata kelola aset negara di sektor hulu migas.
“Industri hulu minyak dan gas bumi merupakan sektor strategis nasional yang berperan vital dalam menjaga ketahanan energi. Selain target produksi, sektor ini juga memiliki tanggung jawab dalam optimalisasi penerimaan negara, pengamanan aset, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh aset yang digunakan dalam kegiatan hulu migas merupakan BMN yang harus dikelola secara tertib, transparan, dan akuntabel sesuai ketentuan perundang-undangan.
Menurutnya, aspek keselamatan menjadi prioritas utama mengingat banyak fasilitas migas berada dekat dengan permukiman warga.
“Kondisi ini membutuhkan pengelolaan yang cermat, pengawasan ketat, dan komunikasi terbuka dengan seluruh pemangku kepentingan guna meminimalkan risiko dan menjaga keselamatan bersama,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Jambi, Maulana, mengapresiasi pelaksanaan forum SELARAS MIGAS sebagai momentum memperkuat sinergi pemanfaatan aset negara untuk kepentingan masyarakat.
“Kegiatan ini sangat baik karena seluruh stakeholder hadir dalam satu forum koordinasi untuk menyatukan persepsi dan mempercepat langkah bersama,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi kontribusi Pertamina melalui program CSR dan gasifikasi rumah tangga yang dinilai membantu masyarakat mendapatkan akses energi yang lebih murah dan berkelanjutan.
Selain itu, Maulana menyoroti pentingnya penyelesaian persoalan tumpang tindih lahan terkait aset dan operasional migas melalui koordinasi lintas sektor.
“Kami akan mendorong pertemuan lanjutan dengan seluruh pihak terkait agar dapat dirumuskan langkah konkret demi meminimalkan potensi risiko di masyarakat,” tegasnya.
Di sisi lain, Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagsel, Safe’i Syafri, menilai forum SELARAS MIGAS menjadi momentum penting dalam memperkuat pemahaman bersama terkait pemanfaatan BMN di lingkungan hulu migas.
Menurutnya, seluruh aset yang digunakan dalam kegiatan hulu migas merupakan BMN yang pengelolaannya harus melalui evaluasi ketat dan koordinasi lintas kementerian untuk menghindari konflik hukum maupun sosial.
“Setiap pemanfaatan aset negara harus melalui kajian menyeluruh agar tidak menimbulkan risiko di kemudian hari. Pada prinsipnya, seluruh upaya ini dilakukan untuk kepentingan masyarakat dan negara, namun tetap harus sesuai ketentuan yang berlaku,” tandasnya.
Melalui forum SELARAS MIGAS, diharapkan tercipta kesamaan persepsi dan penguatan koordinasi lintas sektor dalam pemanfaatan BMN di lingkungan Pertamina, sehingga pengelolaan aset negara dapat berjalan aman, tertib, dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat tanpa mengganggu keberlanjutan operasi hulu migas(Amri)

Editor: heri chaniago