Headlinesriwijaya com
Bukittinggi, Kebijakan tak
populer kembali dikeluarkan Wali Kota Bukittinggi Erman Safar, saat libur Idul Fitri 1444 H. Dimana, orang nomor satu di Bukittinggi itu, perbolehkan aktifitas perdagangan di kawasan pedestrian Jam Gadang.
Keputusan ini, memang dianggap sebuah kebijakan tak populer. Dimana, sejak belasan tahun terakhir, pemerintah cukup tegas untuk menertibkan kawasan pedestrian Jam Gadang dari aktifitas perdagangan, namun untuk kali ini berbeda.
“Biarkan saja, yang penting tertib, sedang ramai kunjungan ini saat yang pas untuk jualan, anak anak mereka ada yang kuliah dll. Biarkan saja mereka cari uang sebanyak banyaknya, pengunjung juga butuh mereka, buktinya dagangan mereka ludes terjual. Soal sampah nnti kita bersihkan, membersihkan sampah mudah buat kami, sapu lalu angkut, kalau meningkatkan kesejahteraan butuh kekuatan besar, sayang kalau UMKM melewatkan kesempatan libur untuk berjualan,” ungkap Wako melalui akun Instagram Erman Safar, Jumat (28/04) lalu.
Bebasnya aktifitas dagang di Jam Gadang itu, digadang gadangkan, menjadi salah satu pusat perputaran atau perderan uang terbesar selama libur lebaran. Bahkan, Wali Kota Bukittinggi mengklaim, peredaran uang selama libur Idul Fitri 2023 ini, mencapai Rp80 milyar.
“Total estimasi pengunjung 400.000 masuk ke kota Bukittinggi selama liburan itu. Asumsi uang beredar di UMKM sampai Rp80 milyar selama libur di luar penginapan dan transport,” ungkap Wako.( Anasrul )
