HEADLINESRIWIJAYA.COM-,—
Keluang.Muba, – Sumur Bor Minyak Tradisonal di lahan Masyarakat ( illegal Driling) terbakar mengeluarkan ledakan semburan api dan gas Mencapai Puluhan Meter Ke Udara
Berlokasi di dusun 1 desa Tanjung dalam kecamatan Keluang , kabupaten Musi Banyuasin(Muba), Propinsi Sumatera Selatan . Terbakar pada sabtu ( 15/10/22 ) sekitar jam 02. 00, Wib dini hari .
Berdasarkan pantauan jurnalis media ini dilapangan tampak kobaran api hingga ketinggian mencapai puluhan meter, bahkan kobaran api itu disertai dengan gas yang keluar dari dalam sumur dan menimbulkan asap hitam pekat tebal.
Bukan hanya itu, api juga menjalar ke berbagai tempat yang tidak jauh dari lokasi lantaran digunakan sebagai tempat penampungan minyak mentah. Bahkan kobaran api hingga beberapa kilometer dari lokasi kejadian. Kobaran api itu, membuat panik berbagai pihak, terutama yang memiliki sumur bor yang berada di lokasi desa Tanjung dalam. menyelamatkan sumur masing- masing dan mesin Rik untuk pengeboran serta minyak hasil bor.ironis dalam kondisi situasi kerbakaran seperti itu kegiatan aktivitas Pengangkut minyak masih lalu lalang melintasi jalan dari dusun tanjung dalam ke desa keluang menggunakan kendaran Pick up mengangkut minyak.
Kapolres Muba AKBP Siswandi SIK H MH saat dikonfirmasi Melalui Kasi Humas Polres Muba, Akp Susianto Minggu( 16/10/2022) Membenarkan adanya terjadi kebakaran sumur bor Minyak Tradisonal milik masyarakat (ilegal Drilling) sebanyak 7 sumur minyak bor didesa Tanjung dalam kecamatan keluang, kabupaten Muba. Berdasarkan kronologis kejadian timbul api kebakaran berawal dari sumur minyak yang dikelola Irwan dan.merambat kesumur -sumur minyak yang berada disekitar lokasi.
Akibat kejadian tersebut mengakibatkan kebakaran disekitar areal sumur serta menimbulkan kobaran api. Atas kejadian tersebut baru terdata 2 (dua) orang warga yang mengalami luka bakar ARPAN Bin DADANG, (17) , warga Dusun 5 Desa Dawas Kec. Keluang Kab. Muba
Kegiatan korban di lokasi sumur bor Memeras Minyak menderita Luka bakar 80 % . dan SAIFUL MIAT Bin HASAN BASRI (Alm), 43 ,warga Jontibun Desa Supat barat Kec. Babat supat Kab. Muba dibawak ke RSUD Sungai Lilin kemudian dirujuk ke RSUD Sekayu.
Sampai saat ini api masih berusaha dipadamkan oleh masyarakat dan dibantu personil Keamanan.
Adapun nama-nama pengelola sumur dimaksud yaitu :MUL, warga Keluang ASA, warga Desa Tanjung Kerang Kec. Babat Supat Kab. Muba. Jumlah sumur terbakar sebanyak 1 Sumur
MIAT, warga Keluang . Jumlah sumur terbakar sebanyak 1 Sumur
HEN, warga Keluang dan SOPIAN, warga Desa Berlian Makmur/C.2 Kec. Sungai Lilin Kab. Muba. Jumlah sumur terbakar sebanyak 1 Sumur
ANSOR, warga Simpang Telkom Kec. Tungkal Jaya Kab. Muba. Jumlah sumur terbakar sebanyak 1 Sumur
IRWAN, warga Desa Dawas Kab. Muba. Jumlah sumur terbakar sebanyak 1 Sumur
ATOK, warga Desa Cipta Praja Kec. Keluang Kab. Muba. Jumlah sumur terbakar sebanyak 1 Sumur dan ALFIAN MISKAR, warga Kel. Keluang Kec. Keluang Kab. Muba. Jumlah sumur terbakar sebanyak 1 Sumur
Nama Pekerja :
DEDI Bin SAMSUDIN, 20 Tahun, Buruh, alamat Desa Mekar sari Sp. 6 Kec. Keluang Kab. Muba
TOHA, 45 Tahun, Buruh, alamat Pasar Baru Kel. Keluang Kec. Keluang Kab. Muba
SANDER, 25 Tahun, Buruh, alamat Desa Bailangu Kec. Sekayu Kab. Muba
spd. HARUN Bin ABIM (Alm), 39 Tahun, Buruh, alamat Desa Mekar sari Sp. 6 Kec. Keluang Kab. Muba
Perkara ditangani oleh Sat Reskrim polres Muba dan Polsek Keluang, yang hingga sekarang masih dalam proses penyelidikan.
Kepala desa Tanjung Dalam, Riduan saat dikonfirmasi melalui via whastsApp, Minggu( 16/10/2022) mengatakan bahwa dari desa sudah memasang portal dan menerima pengaduan Masyarakat kalau ada warganya yang menjadi korban kebakaran sumur minyak bor tradisional masyarakat.didesanya.
“kalau korban meninggal belum ada sampai saat ini, karena sampai saat ini api belum bisa padam namun di lokasi masyarakat bersama pihak keamanan sudah mengupayakan pemadaman penimbunan dan membuat paret gajah dengan menggunakan 5 alat berat exsapator .
” semoga tidak ada korban jiwa kalau sudah api padam dan bisa dievakuasi oleh pihak keamanan. kita pemerintah desa menerima laporan kalau ada keluarganya yang menjadi korban kebakaran sumur bor minyak tersebut bisa melapor ke desa atau pihak kepolisian .” ungkapnya..(ry)
