Sekolah, Komite dan Orang Tua Diminta Tidak Lepas Tangan

HEADLINESRIWIJAYA.COM.

EMPAT LAWANG – Pemerintah Kabupaten Empat Lawang melakukan koordinasi dengan Kepala Sekolah, Komite SMP/MTs/SMA/SMK/MA (Negeri/Swasta) se Kabupaten Empat Lawang, kemarin.

Agenda koordinasi berlangsung di SMP Negeri 1 Tebing Tinggi, dibuka langsung Sekda Empat Lawang, Fauzan Khoiri Denin.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, John Heri mengatakan, koordinasi dilakukan bertujuan melakukan pembinaan kepada sekolah-sekolah yang ada di Empat Lawang dalam rangka untuk membenahi pendidikan moral dalam diri peserta didik.

“Ya, dalam agenda koordinasi ini kita dari Pemkab Empat Lawang melakukan pembinaan terhadap sekolah-sekolah untuk perbaikan dunia pendidikan di Empat Lawang,” jelas John Heri.

Sementara itu, Sekda Empat Lawang, Fauzan Khoiri Denin mengatakan, yang menjadi fokus utama pemerintah yakni kegiatan peserta didik selama jam sekolah. Selain itu Fauzan juga menyampaikan kepada para Kepala Sekolah dan Ketua Komite yang hadir agar sekolah tidak lepas tangan ketika peserta didik berada di luar jam sekolah.

“Masyarakat juga, hendaknya peduli dengan kegiatan anak-anak di lingkungannya, harus ada sinergi antara guru, orang tua, dan masyarakat untuk mengawal perkembangan anak,” kata Fauzan.

Kuncinya, lanjut Fauzan, tingkatkan ilmu agama dalam diri peserta didik, tambah jam pelajaran mengenai etika dan kepribadian. Dalam kurikulum, tambah dia, ada butir-butir Pancasila diantaranya ketika orang yang lebih muda bertemu dengan orang lebih tua (etikanya, red) harus salam sapa dan hormat.

“Kita paksa dia sholat, ngaji, tidak apa-apa kita paksa untuk hal kebaikan agar anak-anak menjadi terbiasa untuk melakukan hal-hal yang baik,” imbuhnya.

Di tempat sama, Staf Khusus Bupati Empat Lawang, Suharli M Yamin menuturkan, pendidikan merupakan pintu gerbang emas untuk membangun suatu peradaban. Kecerdasan IQ dalam peserta didik bukanlah segalanya, selayaknya peserta didik memiliki kecerdasan emosional dalam memecahkan masalah.

“Yang paling dahsyat adalah kecerdasan spiritual. Maka jika ingin melihat masa depan anak-anak menjadi baik dalam artian yang sebenarnya maka yang harus ditingkatkan ialah kecerdasan spiritual,” tutur Suharli. (oz)

Komentar