Sekolah Keluarga Gemilang Bukittinggi 2026, Berupaya Perbaiki Krisis Moral Generasi Muda

HEADLINESRIWIJAYA.COM
Bukittinggi – Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bukittinggi Hj. Yessi Endriani,SM.RO menegaskan bahwa pembangunan ketahanan keluarga bukanlah hal yang bisa dilakukan secara instan.

Hal itu disampaikannya dalam Rapat Persiapan Sekolah Keluarga Gemilang Tahun 2026 yang digelar di Aula Balai Kota lama di Jalan Jenderal Sudirman, Rabu, 8 April 2026.

Kegiatan yang diinisiasi oleh DP3APPKB Kota Bukittinggi ini turut dihadiri Kepala Dinas DP3APPKB, camat, lurah, serta tim pendamping lapangan.

Dalam arahannya, Yessi menyampaikan keprihatinan atas berbagai persoalan sosial yang masih dihadapi masyarakat, seperti tingginya angka stunting, maraknya kasus narkoba, hingga pergaulan bebas di kalangan generasi muda. Ia menekankan bahwa kondisi tersebut menjadi tanggung jawab bersama, termasuk peran aktif camat dan lurah di wilayah masing-masing.

“Ketahanan keluarga tidak bisa diibaratkan seperti membalikkan telapak tangan. Ini butuh proses panjang dan kerja bersama,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa Program Sekolah Keluarga yang telah berjalan selama tujuh tahun menjadi salah satu solusi strategis dalam meningkatkan kualitas keluarga.

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 2.267 peserta telah diwisuda, atau sekitar 5,3 persen dari total 42.733 kepala keluarga di Kota Bukittinggi.

Menurut Yessi, berbagai fenomena yang terjadi dalam rumah tangga, seperti pola asuh yang tidak selaras dan meningkatnya angka perceraian, menjadi perhatian serius.

Oleh karena itu, pendekatan berbasis dasawisma dinilai penting untuk menyisir permasalahan hingga ke tingkat paling bawah.

“Ini juga bagian dari pertanggungjawaban penggunaan anggaran kepada DPRD dan Pemerintah Kota Bukittinggi,” tambah yessi

Sementara itu, Kepala Dinas DP3APPKB Kota Bukittinggi, Susi Yanti menyampaikan bahwa modul yang digunakan dalam Sekolah Keluarga disusun berdasarkan rujukan para pakar, termasuk ahli parenting, tokoh adat, dan tokoh agama.

Ia juga menegaskan bahwa peserta program merupakan masyarakat yang belum pernah mengikuti kegiatan serupa sebelumnya, sehingga diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih luas.

Untuk tahun 2026, Sekolah Keluarga Gemilang akan diikuti oleh 720 orang peserta dengan distribusi maksimal 30 orang per kelurahan.

Program ini dirancang secara aplikatif agar dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh para peserta.

Pemerintah Kota Bukittinggi berharap melalui program ini, ketahanan keluarga dapat semakin kuat, sehingga mampu menciptakan generasi masa depan yang lebih berkualitas. (rdw/rri*)