HEADLINESRIWIJAYA.COM.
MUSI BANYUASIN – Kebocoran pipa minyak milik PT Medco E&P yang terjadi di Kilometer 85 Desa Babat Banyuasin, Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin, Senin (22/6/2026),
menimbulkan kepanikan warga setelah minyak mentah hitam pekat menyembur ke udara hingga mencapai ketinggian sekitar lima meter.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 07.07 WIB itu menjadi perhatian masyarakat dan pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut. Semburan minyak tampak membubung tinggi sebelum akhirnya dilakukan penanganan oleh tim perusahaan.
Pihak PT Medco E&P diketahui langsung menerjunkan petugas ke lokasi untuk menghentikan kebocoran dan melakukan upaya pembersihan area terdampak. Meski demikian, dampak kejadian tersebut telah dirasakan oleh sejumlah warga dan pelaku usaha di sekitar lokasi.

Salah satu yang terdampak adalah Rumah Makan Tuah Saiyo. Pemilik rumah makan, Linda, mengaku terpaksa menghentikan sementara aktivitas usahanya dan melarang pengunjung memasuki area rumah makan demi alasan keselamatan.
“Kami khawatir terjadi sesuatu yang membahayakan. Karena itu pengunjung tidak kami izinkan masuk. Tentu kondisi ini membuat usaha kami mengalami kerugian,” ujarnya.

Selain rumah makan, sebuah truk tronton pengangkut mobil yang sedang terparkir di sekitar lokasi juga dilaporkan terkena semburan minyak. Sopir kendaraan tersebut meminta pihak perusahaan bertanggung jawab atas kerugian yang ditimbulkan akibat insiden tersebut.

Menanggapi dampak yang dialami warga, Media Relation PT Medco E&P, Dedi Apriyanto, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp menyampaikan bahwa perusahaan saat ini masih fokus melakukan penanganan dan pembersihan di lokasi kejadian.
“Itu akan ada perhitungan untuk warga terdampak, cuma saat ini tetap fokus pada pembersihan,” kata Dedi.
Ia juga memastikan bahwa perusahaan akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi di lapangan pascakejadian.
“Besok juga tetap kita monitor,” tambahnya.
Terkait tuntutan warga dan pihak yang terdampak, Dedi menegaskan perusahaan akan menjalankan tanggung jawab sesuai ketentuan yang berlaku.
“Perusahaan pasti bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan dan SOP yang berlaku. Karena itu sudah tugas kami,” tegasnya.
Peristiwa kebocoran pipa minyak ini kembali menjadi sorotan terkait aspek keselamatan operasional jaringan pipa migas yang berada di sekitar kawasan aktivitas masyarakat. Warga berharap dilakukan evaluasi menyeluruh guna mengetahui penyebab pasti insiden tersebut serta mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.
Selain menimbulkan kerugian ekonomi bagi warga dan pelaku usaha, insiden ini juga memunculkan kekhawatiran akan dampak lingkungan apabila proses pembersihan tidak dilakukan secara maksimal.
Saat ini, petugas perusahaan masih melakukan penanganan di lokasi guna memastikan kondisi aman dan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.(ERY)
Editor: Heri Chaniago
