HEADLINESRIWIJAYA.COM
PALEMBANG —Derasnya era media sosial belakangan ini, menjadi tantangan tersendiri bagi wartawan untuk cepat dan akurat dalam menyampaikan informasi sesuai dengan ketentuan aturan dan etika jurnalistik.
Hal tersebut disampaikan Ketua PWI Sumsel H. Firdaus Komar, pada penutupan Uji Kompetensi Wartawan Angkatan ke-37 kerja sama PWI Sumsel dengan SKK Migas dan KKKS, di Beston Hotel Palembang, Rabu (29/6/2022).
“Kami ucapkan selamat kepada peserta yang dinyatakan berkompeten. Tantangan kita bukan hanya UKW saja, tapi bagaimana sebagai wartawan menyampaikan informasi dan mengolah data dan tetap melawan hoaks,” ujarnya.
Firdaus menuturkan, dari 18 peserta yang mengikuti UKW, ada satu peserta yang tidak hadir dan satu di antaranya dinyatakan belum berkompeten.
Sementara itu Ketua PWI Pusat diwakili Ketua Bidang Advokasi dan Pembelaan PWI Pusat H. Octaf Riady, mengapresiasi komitmen PWI Sumsel yang bekerja sama dengan perusahaan untuk bisa terus menggelar UKW dalam menciptakan para wartawan yang berkompeten.
“Harapan saya, sebagaimana saya sampaikan pada acara pembukaan, bahwa saat ini banyak organisasi wartawan. Wartawan media cetak ketinggalan oleh wartawan online, nanti bisa ketinggalan oleh jurnalis video. Tapi saya sampaikan, bahwa kita kembali ke basis wartawan, orang yang mencari berita dan berkompeten di bidangnya,” tegasnya.
Ocktap menghimbau agar wartawan tidak berpuas diri, namun tetap terus belajar untuk meningkatkan kemampuan dan wawasan dalam dunia jurnalistik. Termasuk di dalamnya Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, Kode Etik Jurnistik, maupun Pedoman Pemberitaan Ramah Anak. (*)
sumber: PWI Sumsel
