Satreskrim Poltabes Palembang Ungkap 5 Pelaku Penggelapan dan Penadah Pupuk Phosphat

HEADLINESRIWIJAYA.COM.

Palembang, Satreskrim Polrestabes
unit ranmor berhasil mengungkap lima pelaku tindak pidana penggelapan
dan penadah pupuk jenis Rock Phosphat merk Loongzou PT Sasco Indonesia.

Penyidik Sat Reskrim akhirnya menetapkan dua tersangka dalam kasus ini, Dedi (28), kepala gudang PT Hindoli (Cargill) Estate Mukut, dan Candra (29), wakil kepala gudang, keduanya warga Desa Mukut, Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin, Sumsel. Disangkakan Pasal 374 KUHP subsider Pasal 372 KUHP. Satu orang DPO selalu Mandor Lapangan, Redi Irawan masih dikejar.

Sedangkan, tiga tersangka ditetapkan Pasal 480 ke 1 KUHP yakni, Muhammad Amir (38), pedagang atau sopir kapal jukung, warga Jalur 8 jembatan, Desa Telang Jaya, Kecamatan Muara Telang, Kabupaten Banyuasin, Susanto (49), menyiapkan armada angkutan truk, warga Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Karya Baru, Kecamatan Alang – Alang Lebar, Palembang, Herwinsyah (38), penerima pupuk dan menjaga gudang di KM 18 Banyuasin, warga Jalan Raya Palembang – Betung, Kelurahan Sukomoro, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin.

Pengungkapan ini bermula adanya informasi dari masyarakat akan terjadinya pengiriman barang Pupuk Phosphate merk Loongzou PT sasco Indonesia .

Menanggapi laporan masyarakat kasubnit unit ranmor polrestabes Palembang dipimipin iptu Jhoni palapa,berhasil mengamankan 13 truk mengangkut pupuk sebanyak 110 ton atau 2.200 karung di Jalan Singadekane, Kelurahan Keramasan, Kecamatan Kertapati, Palembang, Selasa (18/7/2023) sekira pukul 00.30 wib.

“Ketika Press Release Pada kamis 03/8/23 Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Harryo Sugihhartono,S.I.K., M.H mengatakan ke lima tersangka yang dinamakan merupakan 2 karyawan PT Sasco Rock
3 tersangka lainya beperan sebagi broker pencari penada ucapnya.

Pupuk tersebut diambil dari gudang PT.Sasco Rock provinsi Bandar Lampung sebanyak 110 tone
dan rencananya mau di bawa ke PT. hindoli kecamatan Pulau rimau banyuasin,”Terangnya Kapolres Kombes Pol Harryo Sugihhartono,S.I.K., M.H

Lanjutnya, kemudian pupuk tersebut tujuannya diantarkan ke gudang di Jalan Raya Palembang – Jambi, KM 18, Kecamatan Talang Kelapa Banyuasin, yang dijaga oleh tersangka Herwinsyah . “Harga yang disepakati perkarung Rp55 ribu, dimana harga normal pupuk tersebut perkarung Rp116 ribu. Jadi total kerugian PT Hindoli sebesar Rp.280.080.000,- dan menurut pengakuan mereka sudah dilakukan sebanyak 3 kali,” jelas Kombes Pol Harryo.

Masih katanya, modus kepala gudang membuat surat seolah pupuk sudah sampai di gudang namun nyatanya pupuk tidak ada. “Pihak pembeli atau penadah membeli dengan harga di bawah standar, dan rencana akan dijual kembali kepada petani atau pengusaha sawit dengan harga yang lebih tinggi. Sehingga mendapatkan keuntungan yang berlipat, dan kini kita masih mencari keberadaan Handoko yang status sebagai DPO,” tutupnya(yan)

Komentar