Polda Lampung kembali Gagalkan Peredaran Narkoba 11 Kg sabu jaringan internasional.

HEADLINESRIWIJAYA.COM.-

Lampung, -Direktorat reserse Narkoba Polda Lampung tak henti-hentinya dalam memberantas Peredaran narkoba yang masuk di Wilayah Hukum Provinsi Lampung.

Adapun ke (3) Tiga orang kurir narkoba jaringan internasional berinisial S (43) dan U (33) warga Madura, Jawa Timur dan AA (29) warga Sumatera Utara.

Dari tangan tersangka Polisi berhasil mengamankan barang bukti Narkotika Jenis Sabu- sabu seberat 11,38 Kilo Gram.

Ketika press Rilis pada selasa (15/08/23) Dirresnarkoba Polda Lampung, Kombes Pol Erlin Tang jaya mengatakan ketiga pelaku diamankan berdasarkan (2) dua penangkapan di Seaport Interdiction Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan.

“Penangkapan pertama itu S dan U warga Madura Jatim dengan barang bukti 10,3 kg sabu pada akhir Juni 2023. Tersangka ditangkap saat menumpangi bus dari Medan hendak menyeberang Pelabuhan Bakauheni,” katanya.

Masi di lanjutkan Dirresnarkoba Polda Lampung,barang haram tersebut berasal dari negara Malaysia. Keduanya, merupakan sindikat narkoba jaringan internasional.

“Mereka ini terlihat gelisah dan mencurigakan saat hendak dilakukan pemeriksaan, ternyata saat diperiksa tas ransel tersangka, ditemukan (8) delapan bungkus ukuran besar dan (5) Lima bungkus ukuran sedang berisi sabu,” ungkapnya.

Adapun motif kedua pelaku nekat menjadi kurir sabu jaringan Internasional lantaran tergiur dengan bayaran yang besar senilai Rp. 50.000.000 jika barang itu sampai di Madura.

Narkoba jenis Sabu tersebut disembunyikan oleh para tersangka di dalam celah-celah tas dengan ukuran tipis-tipis, tidak seperti biasanya besar membantu, sehingga sangat tersamarkan,” Katanya.

“Sementara itu, lanjut Erlin, penangkapan terhadap AA pada (09/08/23) sekitar pukul 22.00 WIB. Saat tim terpadu melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan bus sempati star bernomor polisi BG 7877 AA Membawa Narkotika Jenis Sabu-sabu dengan barang bukti 1,08 kg yang di sembunyikan di dalam toples Plastik kemudian dimasukan kedalam kardus berisikan ikan asin dan ditaruh di dalam bagasi mobil,” ujarnya.

Menurutnya, pelaku merupakan sindikat antar Provinsi, di mana barang haram itu berasal dari Medan dan akan dikirimkan tersangka ke Bali.

Atas perbuatannya ketiga tersangka akan dijerat dengan pasal 114 ayat (2) dua dan pasal 112 ayat (2) Undang-undang No. 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman seumur hidup atau hukuman mati.tutupnya(yan)

Komentar