Petugas Pukesmas Jemput Bola Turun ke Desa

HEADLINESRIWIJAYA.COM

MUSI RAWAS – Langkah dan upaya percepatan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Mura terus digenjot untuk mencapai 70 persen.

“Selama ini kan vaksin kita terbatas, saat ini vaksin kuotanya mencukupi untuk mencapai 70 persen,” kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mura, Edwar.

Ia mengungkapkan, pihaknya telah mengadakan rapat koordinasi (Rakor) untuk percepatan vaksinasi. Dalam rakor itu ada beberapa poin yang disepakati. Diantaranya Camat bertanggung jawab dalam capaian vaksinasi di masing-masing wuilayah. Kemudian TNI dan Polri ikut menggerakan masyarakat agar mau dilakukan vaksinasi.

“Jadi langkahnya adalah mendekati pelayanan ke masyarakat,” ujarnya.

Menurut Edwar, langkah itu diambil karena sasaran yang tidak hadir atau belum divaksin adalah sasaran yang motivasinya untuk divaksin rendah. Sehingga mereka merasa tidak terlalu penting untuk di vaksinasi. “Kita jemput bola dan akan dibuat jadwal setiap desa akan melakukan vaksinasi baik oleh tim vaksinasi Dinkes maupun TNI/Polri,” timpalnya.

Kemudian upaya percepatan vaksinasi dengan capaian 70 persen, juga memprioritaskan sasaran lanjut usia (Lansia) yakni 60 persen. Termasuk pula dengan orang disabilitas.

“Kendala kita saat ini bukannya masyarakat tidak mau di vaksin. Tapi motivasi untuk di vaksin rendah,” bebernya.

Ia mengungkapkan, pihaknya saat membuka layanan vaksinasi di Puskesmas maupun Kecamatan, masyarakat tidak datang. Jadi kendalanya adalah motivasi untuk di vaksinasi rendah. “Kalau kita buka di puskesmas atau di kecamatan, masyarakat desa tidak mau berbondong-bondong di vaksin. Tapi kalau kita layani ke desa-desa, ternyata mereka mau,” ungkapnya.

Kata Edwar, karena itu solusinya untuk percepatan vaksinasi adalah dengan jemput bola. “Jadi kendalanya itu, bukannya mereka tidak mau di vaksinasi, tapi memang mungkin karena sibuk mencari pekerjaan atau jauh, jadi itu kendalanya. Makanya solusinya adalah jemput bola. Kita sudah mulai jemput bola kemarin. Sudah digerakan ke Desa-desa,” katanya.

Lebih lanjut, disamping itu juga masyarakat tidak mau datang ke layanan vaksinasi kemungkin pernah kecewa. “Selama ini juga mungkin mereka pernah kecewa karena mau divaksin, vaksin tidak ada. Jadi kalau takut dengan vaksin, itu tidak lagi masyarakat. Jadi sekarang ini puskesams kecamatan, sekarang langsung ke Desa-desa,” ujarnya.

Saat ini capaian vaksinasi di Kabupaten Mura baru 51 persen dari target 70 persen. “Diharapkan 70 persen sasaran tervaksin, 60 persen lansia sudah tervaksin agar nantinya Level Mura bisa turun lagi. Sekarang Level 2. Sekarang posisi sudah 51 persen. Cuman untuk lansia baru 41 persen,” pungkasnya.(*)