Petugas Lapas Bukittinggi lakukann tes urine mendadak, begini hasilnya.

Headlinesriwijaya.com

BUKTINGGI– Tim gabungan Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Barat lakukan inspeksi ke Lapas Kelas IIA Bukittinggi, Selasa (24/25) sore. Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan.

Saat inspeksi dilakukan, Kalapas Bukittinggi, Marten, memberikan keterangan bahwa beliau ingin memastikan tidak ada oknum anak buahnya yang melakukan penyalahgunaan narkoba.
Pantauan di lokasi, tes urine ini digelar sejak pukul 16.00-17.00 WIB.

Selama itu, setidaknya ada sekitar 12 orang petugas yang sedang bertugas dites urine. Beruntung, semua hasilnya negatif, mereka tidak mengkonsumsi narkoba.

Kadiv Pemasyarakatan, M. Ali Syeh Banna mengatakan, “tes urine menjadi instrumen penting yang harus dilakukan kepada setiap petugas Pemasyarakatan. Sebab, sangat penting untuk menjadikan Lapas bersih dari peredaran narkoba.”

Sementara itu dari tempat terpisah, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sumatera Barat, R Andika Dwi Prasetya mengatakan, “terus menerus lakukan tindakan yang mempersempit peluang bagi jajaran kita utk bisa terlibat dlm pengendalian, peredaran & penyalahgunaan narkoba.”

Pada saat penguatan, M Ali Syeh Banna menambahkan agar petugas juga selalu menjalin kerjasama kepada Institusi Pemerintahan, Aparat Penegak Hukum, Lembaga Kontrol Sosial (LSM) dan Media (Wartawan).

Hal ini dimaksudkan untuk mempertegas serta mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban lapas yang baik, hingga terwujud kondusifitas yang mumpuni.

M. Ali Syeh Banna juga menyampaikan tentang etika dan moral sebagai ASN serta arahan terkait keamanan dan ketertiban kepada pegawai/petugas Lapas yang hadir.

“Pemasyarakatan bukan statis tapi dinamis selalu bergerak mengikuti perkembangan. Tiap detik, tiap menit akan berubah. Untuk itu jangan mudah terpengaruh, ingat selalu slogan Lapas untuk tetap waspada. Mari kita jaga marwah kita, jangan sampai kita menjadi bagian dari masalah yang ada di unit kerja kita,” katanya.

Dia mengajak mewujudkan masyarakat maju dengan tiga kunci yaitu deteksi dini, berantas narkoba, sinergitas dengan aparat penegak hukum (APH), tetap jaga agar alat komunikasi tidak masuk ke kamar hunian, karena barang tersebut bisa saja digunakan warga binaan permasyarakatan (WBP) sebagai alat untuk melakukan transaksi narkoba, penipuan online dan lain lain.

“Pada kesempatan ini saya sampaikan kembali pesan, arahan & petunjuk Pimpinan Negara, Pimpinan Kementerian kita yaitu kita semua wajib berusaha sekuat tenaga, wajib melakukan upaya2 efektif, wajib berjihad memerangi narkoba di lingkungan kita,” tutup M. Ali Syeh Banna.( JR/Anasrul )