PESAN SISJB UNTUK PEMERINTAH PROVINSI JAMBI LARANG TRUK BATU BARA LEWAT JALAN UMUM : COBAK PIKIRKAN KAMI PAK

HEADLINESRIWIJAYA.COM.- 

Jambi – Keputusan yang dilakukan pemprov jambi dengan berita acara komitmen bersama pengendalian permasalahan angkutan umum batu bara banyak mendapat keluhan dari berbagai komunitas sopir dan yang paling menjadi perhatian komunitas istri sopir jambi pun bersuara atas keputusan yang dianggap tidak pro masyarakat khususnya sopir jambi. Senin 1 Januari 2024.

Terkait keputusan pada hari Senin tanggal 1 Januari 2024 tentang komitmen bersama pengendalian permasalahan angkutan umum batu bara yang di tanda tangani oleh Gubernur Jambi, ketua DPRD, A.N Kapolda Jambi Ditlantas Polda Jambi, A.N Dandrem 042/GAPU Kasi Intel, A.N Kejati Jambi Kasi Sosial Kebudayaan dan Kemasyarakatan dan Sekretaris Daerah, mendapatkan keluhan dari komunitas sopir dan istri sopir agar menjadi pertimbangan.

Melalui pesan WhatsApp grup menjelaskan kami selaku supir batu bara merasa sangat dirugikan, dikarnakan keputusan yang dibuat gubernur pada poin 1 huruf a,b,c dan poin 2 tidak ada dipoin tersebut untuk mensejahterakan atau membantu untuk memberi solusi atas permasalahan dari pada kami para supir angkutan batu bara.

“Point 1 dari nota kesepakatan tersebut intinya tidak bisa melewati jalan umum, yang menjadi pertanyaan kami harus lewat jalan mana, sedangkan di poin 2 berbunyi kami harus menunggu jalan khusus selesai baru bisa melaksanakan hauling batu bara, yang menjadi pertanyaan kami lagi, kapan jalan khusus tersebut selesai?” Tegasnya.

Selanjutnya, kami meminta mohon untuk para pembuat keputusan atau peraturan yang ada di Provinsi Jambi tolong perhatikan nasib kami para supir.

“kalau keputusan tersebut satupun tidak ada yang membantu kami atau memperhatikan nasib kami para supir”jelasnya.

Seduluran Istri sopir jambi pun membuat pesan dengan menjelaskan Surat untuk bapak” pemimpin kami yang terhormat… sudah 12 hari kami libur pak. Selama itu kebutuhan kami terus berjalan. Kami sebagai istri dari sopir batu bara sudah tidak sanggup lagi jika harus libur lebih lama. Jangankan untuk libur merayakan tahun baru seperti bapak” yang diatas.

“Untuk makan kami… bayar lampu. Jajan anak” selama libur… belum untuk kebutuhan seper sabun… arisan” .Juga angsuran kami…. itu sudah menguras kantong kami. Pak… kami tidak sanggup untuk menjalani kehidupan selanjutnya kalo suami kami nganggur. Kami sering cekcok karena ekonomi yg dak menentu… coba pikirkan kami pak. Ketiknya Curhatan seduluran Istri sopir jambi.
(Amri)