Pertama di Sumsel, Pertamina EP Asset II Support Green House Batu Gane

HEADLINESRIWIJAYA.COM

* 250 Spesies Anggrek Teridentifikasi

MUSI RAWAS,– Didukung penuh Pertamina EP Asset II, Greenhouse Batu Gane, Kecamatan Selangit, Kabupaten Musi Rawas (Mura) berhasil melakukan identifikasi 250 spesies Anggrek yang ada di Kabupaten Mura. Bahkan, keberadaan Greenhouse yang melakukan identifikasi terhadap spesies Anggrek ini, pertama di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Hal ini terungkap saat peresmian Greenhouse Batu Gane yang dilakukan langsung oleh Direktur Bina Pengelolaan Pemulihan Ekosistem, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Ammy Nurwati didampingi Wakil Bupati Mura, Hj Suwarti dan Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel, Ujang Wisnu Barata, Sabtu (26/3/2022).

Persemian yang ditandai dengan pemecahan kendi dan pemotongan pita itu, berlangsung dengan sukses dan lancar, yang juga dihadiri perwakilan SKK Migas Sumatera Selatan, Pertamina EP Asset II, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mura, Camat Selangit dan kades setempat serta pejabat lainnya.
Wakil Bupati Musi Rawas Hj Suwarti menegaskan, Pemkab Mura sangat mendukung dengan adanya kegiatan greenhouse di Batu Gane yang didukung pihak Balai KSDA Provinsi Sumatera Selatan dan Pertamina EP Asset II.

“Seperti Greenhouse ini yang mengumpulkan spesies Anggrek di terkhusus di Musi Rawas dan Sumatera Selatan. Sehingga masyarakat menjadi tahu, ada 1.000 jenis spesies Anggrek, namun disini baru ada 250 spesies. Tentunya masih banyak lagi yang harus dikumpulkan supaya tidak punah,” jelasnya.

DIrektur Bina Pengelolaan Pemulihan Ekosistem, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Ammy Nurwati didampingi Wakil Bupati Mura, Hj Suwarti saat mencium pohon yang ia tanam, (26/3)

Wabup juga mengharapkan kegiatan konservasi terhadap spesies anggrek ini, dapat melestarikan kekayaan alam di Kabupaten Mura supaya tidak punah.

Anggrek yang berserakan itu, dikumpulkan di sini untuk diidentifikasi, kemudian dilihat perlakuan masing-masing dengan harapan dapat berkembang yang kemudian akan dilepas liarkan atau dirilis di lokasi yang sesuai,” bebernya.

Ia menambahkan, Green House juga memberikan kesempatan atau peluang kepada akademisi. Ammy Nurwaty juga meminta kepada pihak BKSDA Sumsel, untuk membuat desain, sehingga tidak hanya mengumpulkan saja. Namun Anggrek dari luar juga harus di isoloasi dan profailing terlebih dahulu.

Untuk di Sumsel sambung ia, kegiatan Green House yang melakukan identifikasi terhadap spesies Anggrek baru pertama kali di Mura. Oleh sebab itu, sebagai implementasi kolaborasi dari pemerintah daerah, pemerintah pusat, provinsi, kader konservasi bahkan termasuk pembangunannya melibatkan pihak Pertamina.

“Saya minta juga ini menjadi tempat edukasi dan motivasi bagi akademisi, pelajar untuk lebih banyak,” pungkasnya.

Sementara itu, Officer Comrel dan CID Zona 4, Njo Fransiscus Xaverius Andiya Putra menyampaikan, support Pertamina di dalam kegiatan Green House Batu Gane ini bekerjasama dengan BKSDA Sumsel, membantu untuk memfasilitasi pembangunan Green House, yang nantinya dimanfaatkan untuk menampung anggrek-anggrek yang berhasil diselamatkan oleh Tim BKSDA Sumsel ataupun kader konservasi.

Lanjut ia, diluar kegiatan Green House ini, pihaknya juga turut berkontribusi di dalam kegiatan-kegiatan konservasi satwa langka, diantaranya Siamang, Macan Dahan dan Gajah. Selain satwa langka, pihaknya juga melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya mendukung upaya-upaya konservasi supaya bisa berjalan dan berhasil melalui program-program pemberdayaan masyarakat.

“Dengan kita melakukan program pemberdayaan masyarakat terutama untuk pengembangan ekonomi di sekitar area konservasi, harapannya masyarakat bisa turut berpartisipasi. Karena tanpa dukungan dari masyarakat, kegiatan konservasi tak akan berhasil

Pihaknya juga ke depan, akan terus intens melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pihak BKSDA untuk support apa saja yang bisa diberikan, guna pengembangan konservasi lebih lanjut. (FN).

Editor: Heriyanto