Headlinesriwijaya.com
Lima Puluh Kota — Upaya memelihara mental yang baik, serta menekan sekecil mungkin terjadinya pelanggaran, Personil Kodim 0306/50 Kota, PNS dan Persit menerima penyuluhan Bintal Rohani, Ideologi dan Kejuangan dari Bintalrem 032/WBR, bertempat di aula Makodim 0306/50 Kota Jl Raya Negara Km 7 Tanjung Pati Kecamatan Harau. Kamis (22/6/2023).
Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan serta memperkuat pengetahuan keagamaan serta mental para prajurit, PNS TNI dan Persit untuk menangkal segala pengaruh negatif yang datangnya dari luar organisasi yang kiranya dapat berpotensi untuk merusak mental para Prajurit, PNS dan Persit.
Saat memberikan sambutan, Dandim 0306/50 Kota Letkol Inf Adri Asmara Yudha melalui Pasi Pers Kapten Inf Salim mengatakan, tujuan dari kegiatan ini, agar setiap tindakan dari prajurit, senantiasa dilandasi moral, semangat dan kesadaran yang tinggi, dengan selalu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan.

Ia juga berharap kepada Anggota semoga dapat mengikuti dengan baik, untuk meningkatkan mental prajurit, tidak hanya bidang agama saja, tetapi juga mental ideologi, kejuangan dan psikologi. Semua itu, dilakukan melalui bintal rohani, ideologi dan mental, yang terpantul dalam sikap dan perbuatan seseorang, ungkapnya.
Pemberi materi Pembinaan Mental Idiologi dan Kejuangan Letda Inf Slamet Riadi Paur Rohinbud Bintaltem 032/WBR dalam penyampaiannya mengatakan, seorang prajurit adalah garda terdepan dalam menjaga dan mempertahankan serta melindungi seluruh wilayah NKRI dari berbagai ancaman dan gangguan baik itu ancaman dari luar maupun ancaman dari dalam itu sendiri.

Bukan hanya TNl nya saja, istrinyapun sebagai pendamping harus memiliki mental yang tangguh. Karena kehidupan seorang prajurit TNI dan keluarganya tentu berbeda dengan kehidupan masyarakat pada umumnya.
Yang mana setiap prajurit TNI harus selalu siap sedia menerima tugas tugas yang diembannya setiap saat dengan harus cepat bisa menyesuaikan atau cepat beradaptasi di manapun dan kapanpun kita ditugaskan begitupun persitnya harus rela hidup tanpa suami dikala suaminya menjalankan tugas.
Sebagai manusia yang tidak terlepas dari yang namanya salah dan khilaf, diharapkan untuk selalu menjaga silaturahmi, merekatkan tali persaudaraan, pungkasnya.(*)
