Peran perempuan di sektor energi nasional kian nyata. Dari laut lepas hingga fasilitas produksi di daratan, semangat emansipasi yang diwariskan Raden Ajeng Kartini kini tercermin dalam kiprah perempuan di industri hulu minyak dan gas (migas)

Salah satunya adalah Cassanova Istiqomah Walhawanadana, yang bertugas sebagai Junior Officer HSSE Offshore di Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatra (PHE OSES). Ia bekerja di lingkungan lepas pantai yang sarat risiko, dengan tanggung jawab memastikan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) berjalan optimal.
“Menjadi perempuan di industri hulu migas, terlebih di lingkungan offshore, adalah pengalaman yang penuh makna. Di tengah tantangan, saya justru menemukan ruang untuk terus bertumbuh,” ujarnya.
Dalam kesehariannya, Cassanova berperan menjaga agar proses operasional tetap aman dan andal. Kontribusinya menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran pasokan energi bagi masyarakat.
Semangat serupa hadir dari daratan. Di Lapangan Minas, Riau, Royfa Fenandita Finadzir menjalankan tugas sebagai Operator Plant Operations di Pertamina Hulu Rokan (PHR). Ia terlibat langsung dalam operasional lapangan yang dinamis.

“Sebagai perempuan yang masih baru, tentu ada tantangan dalam beradaptasi dengan ritme kerja dan lingkungan operasional. Namun di situlah saya merasa tertantang untuk terus berkembang,” katanya. Ia mengaku bangga dapat berkontribusi dalam menjaga ketahanan energi nasional.
Sementara itu, Runi Kusumaning Rusdi mencerminkan pengalaman panjang di industri migas. Berkarier sejak 2008, kini ia menjabat sebagai Superintendent Produksi di Lapangan South Processing Unit (SPU) Pertamina Hulu Mahakam (PHM).
Perjalanan kariernya mencakup berbagai posisi, mulai dari engineer, penugasan lapangan, hingga pengalaman internasional. Baginya, kontribusi dalam menjaga pasokan energi nasional adalah kebanggaan yang tidak ditentukan oleh gender.
“Saya merasa dihargai bukan karena saya perempuan, tetapi karena kemampuan dan kompetensi saya,” ungkapnya. Ia menilai kehadiran perempuan dalam tim turut memperkuat kolaborasi, komunikasi, dan inovasi.
Ketiga sosok tersebut menjadi gambaran perubahan di industri hulu migas. Perempuan kini tidak lagi dipandang sebagai pelengkap, melainkan talenta unggul yang berperan aktif di berbagai lini, mulai dari operasional, keselamatan kerja, hingga posisi strategis. Mereka membuktikan bahwa perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkontribusi dalam mendukung keberlanjutan energi nasional
