Pemko Bukittinggi Survey Kualitas Air Minum Rumah Tangga

Headlinesriwijaya.com

Bukittinggi,- PemerintahK ota Bukittinggi melalui Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi melaksanakan Survei Kualitas Air Minum Rumah Tangga (SKAMRT). Kegiatan ini dilaksanakan di kantor Dinas Kesehatan, Senin (09/10) lalu.

Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, melalui Kepala Dinas Kesehatan, Linda Faroza, menjelaskan, kegiatan SKAMRT ini merupakan salah satu kegiatan pengawasan kualitas air minum secara eksternal yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi. Kegiatan SKAMRT bertujuan untuk mendapatkan gambaran kualitas air minum aman ditingkat rumah tangga serta. mengidentifikasi risiko dan pengelolaan risiko yang ada pada sarana air minum rumah tangga di Kota Bukittinggi.

“Survey kualitas air minum di Kota Bukittinggi dilakukan terhadap 5 lokus wilayah dengan sampel sebanyak 75 rumah tangga se Kota Bukittinggi. Pengambilan sampel air untuk pemeriksaan dilakukan pada dua (2) titik sarana, yaitu sarana air siap minum dan sarana air minum yang digunakan rumah tangga, serta pemeriksaan yang dilakukan berupa pemeriksaan fisik, bakteriologis dan kimia sebanyak 19 parameter sesuai dengan Permenkes No 2 tahun 2023. Kualitas air minum dikatakan baik apabila dari segi fisik, kimia dan bakteriologis memenuhi standar yang telah ditetapkan Permenkes No 2 tahun 2023 ini,” jelasnya.

Untuk pelaksanaan survey kualitas air minum, Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi menugaskan sanitarian dari Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi dan sanitarian puskesmas se Kota Bukittinggi. Selain melakukan pengambilan sampel sanitarian juga melakukan wawancara rumah tangga, Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) sarana air minum serta pemicuan terhadap masyarakat agar mengakses air minum yang aman dan memanfaatkan teknologi tepat guna.

Sampel air yang diambil oleh sanitarian lansung dilakukan pengukuran secara fisik, kimia dan bakteriologis oleh sanitarian menggunkan Sanitarian Kit di Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi.

“InsyaAllah Tahun 2024 nanti, Bukittinggi akan melaksanakan SKAMRT terhadap 6 lokus dengan sampel sebanyak 90 rumah tangga,” ujarnya.(*)