Pemko Bukittinggi Pastikan Kuantitas-Kualitas MBG Dalam Kategori Ideal

HEADLINESRIWIJAYA. COM

BUKITTINGGI–Pemerintah Kota Bukittinggi menyatakan komitmennya dalam pengawasan pelaksanaan Program Asta cita Makan Bergizi Gratis (MBG) saat ini berjalan dengan ideal secara kuantitas hingga kualitasnya.

Hal ini diungkapkan Ketua Satgas Percepatan SPPG Rismal Hadi saat memimpin rakor evaluasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Bukittinggi di Aula Lt.1 Balaikota Bukittinggi, Senin (24/11/2025) sore.

Menurut Rismal Hadi, pihaknya memastikan setiap MBG yang diberikan kepada penerima manfaat harus memenuhi standar kebersihan hingga higienitasnya secara ketat dan terukur. Baik itu Sertifikat Layak Higienitas Sanitasi (SLHS), Sertifikat Halal dan HACCP atau Sertifikat bahan mutu makanan terbebas dari kontaminasi fisika, kimia dan biologi maupun kontaminasi silang.

Jadi harus lengkap syaratnya, baik itu uji kelayakan dan lain sebagainya. Harus memenuhi syarat kualitas dan juga kuantitasnya, karena ini merupakan program nasional yang harus kita dukung penuh,” terangnya, Senin (24/11/2025)

Sedangkan untuk sisi Kuantitas, Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi itu juga mengimbau seluruh SPPG yang beroperasi di Bukittinggi juga memperhatikan ritme kecepatan waktu pendistribusian agar tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM).

“Waktu pengiriman juga harus kita perhatikan, jangan sampai MBG yang disalurkan saat ini tidak sesuai dengan kondisi di lapangan,” sambung Rismal Hadi.

Diketahui, Kota Bukittinggi ditargetkan akan memiliki 17 SPPG yang terdiri dari 7 SPPG di Mandiangin Koto Selayan (MKS), 3 SPPG di Aur Birugo Tigo Baleh (ABTB) dan7 SPPG di Guguk Panjang (GP).

SPPG yang telah beroperasi di Kota Bukittinggi ada 11 SPPG, dimana 2 SPPG sedang dalam pendanaan operasional, dan 4 SPPG dalam Tahap Pembangunan.
Selanjutnya sampai saat ini, pendistribusian MBG untuk peserta didik mencapai 62,16 persen, yakni 26.900 orang dari target 43.277 orang.

Sedangkan untuk peserta non didik sebesar 4,5 persen, yakni 381 orang dari target 8.376 orang penerima manfaat. (*)