HEALINESRIWIJAYA.COM
Bukittinggi — Pemerintah Kota Bukittinggi gelar Welcome Dinner International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) ke-4 yang dirangkaikan dengan peringatan 100 Tahun Jam Gadang.
Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Balai Kota Bukittinggi, Rabu (03/06) malam.
Ketua International Minangkabau Literacy Festival (IMLF), Sastri Bakry, menyampaikan, apresiasi kepada Pemerintah Kota Bukittinggi dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggara -nya IMLF ke-4 dalam rangka peringatan 100 Tahun Jam Gadang. Kesuksesan pelaksanaan IMLF merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, akademisi, pegiat literasi, media, relawan hingga delegasi dari berbagai negara.
“Jam Gadang tidak hanya menjadi benda mati atau penanda waktu, tetapi telah menghidupkan semangat literasi, budaya, dan kolaborasi. Melalui IMLF, perhatian dunia tertuju ke Bukittinggi. Selama lima hari ke depan, Bukittinggi akan menjadi perpustakaan tanpa dinding, ruang perjumpaan berbagai bangsa, bahasa, sastra dan budaya untuk saling belajar serta memperkuat persahabatan dan perdamaian dunia,” ujarnya.
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan, Bukittinggi merupakan kota bersejarah yang memiliki peran penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Sejak ditetapkan hari lahirnya pada 22 Desember 1784, Bukittinggi berkembang sebagai pusat perdagangan, pendidikan, perjuangan dan peradaban di Minangkabau.
“Sejarah Bukittinggi tidak hanya mencatat perjalanan sebuah kota, tetapi juga perjalanan bangsa. Mulai dari masa Perang Paderi, berkembangnya pusat perdagangan dan pendidikan, hingga lahirnya tokoh-tokoh besar nasional seperti Proklamator RI Mohammad Hatta. Kehadiran Jam Gadang yang dibangun pada tahun 1926 semakin menguatkan identitas Bukittinggi sebagai kota sejarah yang terus menjaga warisan masa lalunya,” ujarnya.
Wako menambahkan, peringatan 100 Tahun Jam Gadang bukan sekadar memperingati usia sebuah bangunan, tetapi menjadi momentum memperkuat diplomasi budaya, pelestarian sejarah, serta memperkenalkan Bukittinggi sebagai kota sejarah dan destinasi wisata dunia.
“Momentum 100 Tahun Jam Gadang ini juga menjadi pengingat bagi kita untuk membangun masa depan tanpa melupakan akar sejarah dan budaya yang dimiliki. Melalui program Integrated City Planning (ICP) dalam National Urban Development Project (NUDP), kami berupaya mewujudkan Bukittinggi sebagai kota yang modern, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus tetap menjaga karakter sebagai kota pusaka, kota wisata, dan kota perjuangan,” ujarnya.
Panduan & Petunjuk Perjalanan
Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, menyampaikan, penyelenggaraan International Minangkabau Literacy Festival tahun 2026 ini menjadi semakin istimewa karena bertepatan dengan peringatan 100 tahun Jam Gadang. Masyarakat Minangkabau memiliki tradisi literasi yang kuat melalui filosofi alam takambang jadi guru, yang melahirkan banyak tokoh nasional di bidang pendidikan, sastra dan kebangsaan.
“Tema IMLF 2026, The 100 Years of Jam Gadang From Literacy to Legacy, Building World Peace and Sustainability Learnin, sangat relevan dengan tantangan zaman. Literasi tidak lagi sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami perubahan, membangun peradaban, memperkuat perdamaian, serta menciptakan kesejahteraan yang berkelanjutan,”ujarnya
Mahyeldi menegaskan, literasi merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan.
“IMLF menjadi wadah membangun jejaring global, memperkuat persahabatan antarbangsa, sekaligus memperkenalkan nilai-nilai luhur budaya Minangkabau kepada dunia,” ujarnya.(rdw/kmf)
