HEADLINESRIWIJAYA.COM. MUBA,-Hampir 9 Bulan wabah Pandemi Virus Corona (Covid 19) mewabah luar biasa, Virus Corona dari Wuhan China yang mematikan mengegerkan jagad dunia, setiap detik, menit, jam,
Ada yang terpapar dan Mati dari yang namanya corona termasuk bangsa indonesia sendiri juga ikut terdampak bagi kelangsungan hidup serta ekonomi masyarakat yang semakin serba sulit, Masyarakat dibuat susah yang namanya corona, kapan akan berakhir.?
Virus corona (covid.19) belum ada kejelasan kepastian akan hilang. Masyarakat selalu dibayangi rasa ketakutan, Ekonomi semakin sulit.
Namun dengan dampak Virus Corona (covid.19 ) yang sudah mewabah tersebut, Hal ini tidak berpengaruh Bagi kelompok Budidaya Jamur Merang atau Bumerang , Binaan dari PT. MEDCO, di Kaji Bonot,
kecamatan Lais, Kabupaten Musi Banyuasin, Propinsi Sumatera Selatan, Pt Medco telah membina kelompok Budidaya jamur merang ini sejak tahun 2018 lalu, sehingga kelompok Budidaya jamur Merang ini tidak berpengaruh karena mereka. Selain sebagai buruh penyadap karet, mereka memiliki usaha tambahan ekonomi.sebagai Budidaya jamur merang.
Bagi masyarakat yang tergabung dalam kelompok Budidaya Jamur Merang binaan PT .Medco E&P Indonesia, Rimau Asset Kaji semoga yang merupakan perusahan Minyak dan Gas yang beralamat jalan Lais-Babat, Tj.Kerang Lais Kabupaten Muba melalui Program corporate Sosial Respon Sibility ( CSR).dengan tujuan untuk membangun kemandirian Masyarakat.
Pada kali ini, wartawan Headlinesriwijaya.Com, akan memberikan laporan seputar aktivitas kegiatan masyarakat budidaya Jamur merang dalam kondisi covid tetap bertahan memperoleh penghasilan tambahan dari Budidaya Jamur Merang. Selain sebagai pekerja sehari-hari sebagai pekerja pemantang karet yang berada di dusun V desa Lais kecamatan Lais, Kabupaten Musi Banyuasin. Propinsi Sumatera Selatan.
Di mana lokasi Budidaya jamur Merang
Memanfaatkan lahan Sarana percontohan olah raga dan rekrasi ( SPORA) dilahan seluas 7 hektar ini merupakan program kerjasama pemkab Muba dan PT.Medco.

Sesampai dilokasi budidaya jamur Merang, langsung disambut Irzan, Warga Dusun V Desa Lais Kecamatan Lais Kabupaten Banyuasin , Sebagai Ketua kelompok Budidaya Jamur Merang (BUMERANG) beserta anggota kelompok yang berjumlah 13 orang kepala.keluarga. dilokasi Budidaya jamur merang terdapat kantor Pertanian. Kantor Perkebunan, tempat pelelangan Karet, dan lahan cocok tanam berupa kebun jagung, semangka dan bermacam tanaman lainnya.
Irzan akan mengajak melihat kelompoknya saat melakukan aktivitas budidaya jamur merang masih berada dalam.lokasi SPORA terlihat ada 8 Kombong atau rumah tempat budidaya jamur merang dengan ukuran 6×6 meter dan tinggi 4 meter yang ditutup menggunakan terpat hitam sekelilingnya.

Lanjutnya irzan saat berbincang-bincang bahwa awalnya pertama kali tertarik budidaya jamur merang ini pada sekitaran tahun 2018 melihat ada teman yang melakukan usaha budidaya jamur merang, setelah melihat dan belajar akhirnya ikut mencoba budidaya jamur merang dengan modal awal saat itu Rp.13 Juta. Membuat Kumbung, proses media sampai panen. Tapi dengan keterbatasan modal dan pengetahun yang ada hasilnya juga belum sesuai yang diharapkan.
Kemudian dari kelompok budidaya jamur Merang ini melakukan evaluasi mencoba mencari reperensi atau dimana tempat Budidaya jamur merang yang sudah dianggap berhasil mengembangkan budidaya jamur merang.
Setelah mendapat petunjuk untuk usaha budidaya jamur merang yang berhasil dalam budidaya jamur merang yang ada di daerah Jawa Barat.
Akhirnya berkunjung dan mengikuti pelatihan di sana di daerah jawa Barat. Belajar bagai mana cara budidaya jamur merang yang benar dan bisa memperoleh penghasilan.
Setelah mendapatkan pengetahuan budidaya jamur merang , bisa
dicontoh dan dikembangan.karena terkendala dengan modal, dana yang cukup besar untuk membuat kombong atau rumah tempat budidaya jamur Merang yang sesuai standar agar hasilnya baik.

Karena Tempat SPORA kecamatan lais merupakan lokasi kerja sama Pemkab Muba dan PT.Medco a yang bergerak dibidang produksi Minyak dan Gas, kita mencoba mengajukan permohonan pada PT.Medco melalui Program Coorporate Sosial Respon Sibility (CSR) Akhirnya perusahan PT.Medco memberikan bantuan berupa matrial pembuatan kombong atau rumah tempat Budidaya jamur merang sebanyak 5 unit dengan ukuran 6 x 6 Meter dan Tinggi 4 Meter.selain itu juga beberapa peralatan, seperti mesin Air, Alat.Pembuat Bibit dan lainnya, ” jadi bantuan yang diberikan berupa material bukan Uang, jelas Irzan.
Lanjut irzan, setelah bangunan kombong yang di Bantu Pt Medco selesai, Awal.Tahun 2019 baru mulai jalan. Budidaya jamur merang dilakukan secara bersama- sama oleh anggota kelompok
Dari Proses.media sampai panen budidaya jamurmerang prosesyang kita lakukan sebagai berikut:
Pertama, .Perendaman media Tangkos Kelapa Sawit selama 1 minggu atau Permentasi. Di tambah dedak. Dolomit, Pupuk cair jenis E.4. Untuk . 1 kumbung 4 ton tangkos. Dedak 50 kg dolomit 25 kg.dan 1 botol. F4
Kedua, melakukan permentasi pengkomposan selama 10 hari. Sudah itu dimasukan dalam kombong.
Ketiga, Penguapan (pasturisasi) sampai suhu 70 derajat 1hari lalu Penebaran bibit diatas media tangkos. Setelah 3 hari penyiraman diatas bibit menggunakan Air biasa bukan air PAM, Setelah tiga hari dibuka diganti udara pembuangan amonianya. sampai setiap hari dibuka kisaran 2-3 jam. Kemudian baru kita mulai menebarkan bibit sampai pasca panen sudah umur 14-16 hari panen perdana.
Dari Hasil panen pertama sedikit 1 kubung maksimal panen jamur kisaran 10 kilo gram., dan setiap. hari bervariasi panennya. Untuk panen puncak bisa mencapai 30 kilo gram jamur.merang. Dalam jangka 7 hari.
Namun juga dalam budidaya jamur merang ini juga ada dampak halangan seperti mendapatkan Air saat kemarau, cuaca mempengaruhi dan hama tikus yang merobek kombong tempat media jamur..
Untuk Pemasaran jamur merang masih lancar dijual .ke.pengepul di sekitar pasar sekayu. Kabupaten Muba, afa juga warga sekitarnya dengan harga Perkilo 25 -30 Ribu / perkilo gramnya.. Saat ini kita belum bisa memenuhi permintaan pasar yang tinggi, karena produksi rendah dan masih kurangnya kombong.untuk memperbanyak budidaya jamur merang agar PT Medco dapat bermitra dan membantu membantu berkelanjutan.karena budidaya jamur ini menjanjikan. Bultinya saat ini untuk kebutuhan tambahan ekonomi tifak terhambat walau kondisi covid, kalau sudah besar budidaya jamur merang .bisa memenuhi kebutuhan konsumen, beber irzan.

Dalam.kelompok budidaya jamur binaan PT Medco ini, Selalu bersama melakukan kegiatan ini dengan rasa tanggung jawab bersama, setiap kerja keras yang dilakukan bersama akan menghasilkan hasil yang memuaskan setiap kali panen.baru nanti di bagi hasilnya. Terangnya
” jadi, walau virus corona Dampak covid 19 Sekarang ini, kami kelompok Budidaya jamur merang desa Lais . Tidak berdampak dengan situasi kondisi covid 19. masih bisa menghasilkan dalam 1 kombong lisaran 300 kg jamur merang. Dalam. 1.5 Bulan 1 kali musim. Misal 1 kombong di kali harga standar Rp 25 Ribu saja perkilo dikali 300 kg sudah Rp. 7.500.000 . Kalau 8 kombong panen semua apa tidak menjanjikan budidaya jamur merang ini.

Irzan Berharap pada PT .Medco bisa membina secara berkelanjutan. Bukan hanya budidaya jamur merang saja. Bagai mana cara dengan Bahan dasar jamur merang ini bisa di olah menjadi makanan seperti naget jamur, keripik jamur dan makanan lainnya bisa menjadi usaha rumahan ibu-ibu yang ada diwilayah operasi PT Medco menyalurkan CSR peraratan untuk usaha tersebut.

” PT Medco dapat memberikan bantuan sarana alat-alat untuk membuat makanan tersebut sehingga tidak hanya budifaya jamur saja melainkan PT medco bisa membina pengelolahan produk makanan bahan jamur “, Pungkas Irzan. (*)
Laporan : Heriyanto






