Operasi Antik Polres Banyuasin, Ungkap 16 Perkara dan 23 Tersangka

HEADLINESRIWIJAYA.com

BANYUASIN, — Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara yang ke-75, Kapolres Banyuasin AKBP Imam Tarmudi SIk MH gelar konferensi pers hasil operasi Antik selama 14 hari dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-75, (1/7/2021) di Mapolres Banyuansin.

Imam Tarmudi mengatakan, Polres Banyuasin kali ini berhasil mengungkap 16 perkara, yaitu perkara narkoba, korupsi, dan juga beberapa perkara kesopanan. Dari 16 perkara tersebut, Polres Banyuasin berhasil mengamankan 23 tersangka dengan beberapa barang bukti.

“Untuk perkara kesopanan ada beberapa pasal yang dikenakan yakni, persetubuhan, pencabulan, dan Kekerasan Terhadap Rumah Tangga (KDRT). Perkara kesopanan sendiri ada 15 kasus, 2I tersangka dengan modus yang berbeda-beda,” ungkap Kapolres, didampingi Kepala Kejaksaan Negeri Banyuansin, Kodim 0430, dan jajaran Polres Banyuasin.

Imam menerangkan, Polres Banyuasin juga berhasil mengamankan berang bukti narkoba jenis sabu seberat 41, 34 gram. dan narkoba jenis pil ekstasi sebanyak 7 butir.

“Keberhasilan mengamankan barang bukti narkoba tersebut, artinya Polres Banyuasin sudah menyelamatkan kurang lebih 480 jiwa dari bahaya narkoba,” imbuhnya.

Dikesempatan yang sama, Imam juga mengingat kepada masyarakat tentang kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) bahwa ada sanksi tegas yang akan dilakukan jika melakukan pelanggaran, bahkan bisa diancaman kurungan puluhan tahun penjara dan denda miliaran rupiah.

“Kami himbau dalam melaksanakan aktivitas untuk bercocok tanam tidak melakukan pembakaran, ada undang – undang dan ancaman 15 tahun, dengan denda miliaran rupiah.Lebih bagus kalau bertanam dengan membersihkan lahan, buat galian dan masukan tanaman,” tuturnya.

Sementara, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuasin, Budi Herman sangat mengapresiasi atas pengungkapan kasus yang dilakukan oleh Polres Banyuasin. Pihaknya akan terus melakukan sinergitas untuk menekan tidak kejahatan.

“Ada 2 kasus Korupsi kita tangani saat ini, dan ada kecenderungan kasus KDRT dan Kesusilaan meningkat disamping kasus narkoba. Kita akan melakukan sinergitas dan lebih giat lagi dalam meminimalisir tindak kejahatan,” tegasnya. (IM)