HEADLINESRIWIJAYA.COM
Bukittinggi.–Arah penanaman modal di Bukittinggi mengusung konsep green infesmen atau infestasi hiajau tidak hanya mememtingkan aspek ekonomi yang akan berinvestasi tetapi mementingkann aspek lingkungan terutam sosial kemasyarakatan..
Hal itu disampaikan kepala. Bidang Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satul Pintu, Perindustrian dan Tenaga Kerja ( DPMPTSPPTK ) Kota
Riny Yusnita.STP.MT ketika pertemuan dengan Pengurus dan anggota PWI Bukitringgi Kamis Siang 13/08/2021.
Dijelaskan,sebagian besar investasi di Bukittinggi banyak digerakkan UMKM dan tidak punya perusahaan besar dan ini yang kita kawal terus investasi hijau dan jika ada potensi kerusakan lingkungan tidak diberi izin operasi.
“Kedepannya akan dibuat regulasi intentif untuk penanaman modal dimana usaha memyerap tenaga banyak dan membawa danpak terhadap kemajuan Bukittinggi kedepan akan diprioritaskan “ujar Riny.
Lebih lanjut Riny menjelaskan kondisi Penanaman modal di saat pandemi covid 19 ini, tercata seiring turunanya pertumbuhan ekonomi dimana sekarang terkoreksi 1,74 persen turun ekonomi di Bukittinggi demikian juga penanam modal minus 0,7 persen biasa pertumbuhannya 4 persen lebih.
“Kenapa terjadi minus karena tidak ada terjadi penambahan investasi orang tidak berinvestasi disaat pandemi covid 19 investor banyak menahan asset , terjadi pengurangan karyawan dan penjualan asset untuk bisa bertahan ” jelas Reny
Kedepannya kata Kepala Bidangan Penanaman DPMPTSPPTK Bukittinggi Riny Yusmita akan memangkas regulasi regulasi untuk menumbuh minat orang berinvestasi dan berusaha di Bukittinggi sehingga ekonomi bangkit lagi.
Pertemuan tersebut di pandu sekretaris PWi Bukittinggi Hapnipon dan berjalan dengan mematuhi protokol kesehatan
( Anasrul )
