KABEL OPTIK MAUT! LEHER WARGA TERLILIT, TELKOM DAN PEMDA DIDORONG TANGGUNG JAWAB!
HEADLINESRIWIJAYA.COM
Sabak Barat, Tanjung Jabung Timur – Seorang warga Parit Culum 1, Kecamatan Sabak Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, mengalami luka serius di leher akibat insiden mengerikan tersangkut kabel optik yang diduga kuat milik PT Telkom Indonesia. Peristiwa nahas ini terjadi saat korban bersama istri dan anaknya melintas menggunakan sepeda motor di kawasan Komplek Perkantoran, sebuah area yang seharusnya menjadi ruang publik yang aman bagi masyarakat.
Kabel optik yang menjuntai rendah dan tampak tidak terawat itu tiba-tiba melilit leher korban saat kendaraan mereka melaju. Akibatnya, korban menderita luka parah dan harus menjalani perawatan intensif. Kejadian ini dengan cepat menjadi perbincangan hangat di media sosial, memicu kemarahan warganet yang mengecam buruknya penataan kabel jaringan di wilayah tersebut.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak manapun yang mengakui tanggung jawab atas insiden ini. Namun, dugaan kuat mengarah pada kabel optik milik Telkom yang terpasang tanpa pengamanan yang memadai.
Sahroni, kuasa hukum korban, menyampaikan kekecewaannya yang mendalam atas kelalaian ini dan menegaskan bahwa pihaknya akan mengambil langkah hukum jika tidak ada pihak yang menunjukkan itikad baik untuk bertanggung jawab.
“Kami menduga keras kabel ini adalah milik PT Telkom. Kami juga menuntut pertanggungjawaban dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten yang seharusnya memiliki peran pengawasan utama terhadap instalasi jaringan internet di kawasan perkantoran,” tegas Sahroni.
Lebih lanjut, Sahroni menekankan bahwa kejadian ini harus menjadi peringatan keras bagi semua pihak terkait untuk lebih memperhatikan keselamatan warga dalam pemasangan infrastruktur jaringan, terutama di ruang publik yang ramai dengan aktivitas masyarakat.
Warga sekitar lokasi kejadian berharap agar kasus ini mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah dan instansi terkait agar kejadian serupa tidak terulang. Mereka juga mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pemasangan kabel optik di seluruh Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Keluarga korban saat ini fokus pada pemulihan kondisi korban sambil menunggu tindakan nyata dan pertanggungjawaban dari pihak-pihak yang terkait dengan insiden tragis ini. (Am)
