Jusuf Kalla Resmikan Penggunaan Masjid Tabligiyah Garegeh

Bukittinggi, Headlinesriwijaya.com – Wakil Presiden RI ke X dan XII, Jusuf Kalla, resmikan penggunaan Masjid Tabligiyah Garegeh, Jumat (17/03). Peresmian tersebut juga dihadiri Gubernur Sumbar dan Wali Kota Bukittinggi.

Ketua Panitia Pembagunan Masjid Tabligiyah Garegeh, Dedi Fatria, menjelaskan, hingga saat ini pembangunan baru masjid Tablighiyah Garegeh sudah menelan biaya sekitar Rp 24 milyar. Panitia pembangunan masjid masih membutuhkan anggaran sekitar Rp 28 milyar lagi untuk kelanjutan pembangunan masjid yang nantinya dapat menampung sekitar 2000 orang jemaah ini.

“Kami dari panitia mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemko Bukittinggi dan pihak-pihak lainnya. Dukungan tersebut sangat berarti bagi panitia untuk tuntasnya masjid ini. Semoga, bangunan baru masjid ini dapat dimanfaatkan kedepannya untuk sarana ibadah,” ungkap Dedi Fatria.

Dedi Fatria menambahkan, Masjid Tabligiyah Garegeh, memiliki banyak sejarah. Pertama, peresmian shalat Jumat pertama di lantai I pada tanggal 7 Agustus 1970 oleh Wakil Presiden RI pertama Moh. Hatta. Kemudian, leresmian Shalat Jumat pertama di lantai II pada tanggal 20 Februari 1980 oleh Buya Hamka.

“Sejarah kembali terukir, saat ini tentunya menjadi sejarah baru bagi Masjid Tabligiyah Garegeh, yang dulu diresmikan Wapres, saat ini juga diresmikan Wakil Presiden. Selain itu, juga dilaksanakan Shalat Jumat perdana di bangunan Masjid Tabligiyah yang baru,” ujarnya.

Tokoh Masyarakat, Mayjen TNI (Purn) Fuad Basya DT. Tunaro, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran Bapak Jusuf Kalla dalam peresmian ini. Terima kasih juga disampaikan pada Hamba Allah yang telah memberikan waqaf, baik fisik, mental dan spiritual untuk Masjid Tabligiyah Garegeh ini.

“Kami atas nama Niniak Mamak, Alim Ulama, Cadiak Pandai, Bundo Kanduang dan masyarakat Kurai Limo Jorong, mengucapkan ribuan terima kasih atas kehadiran Bapak Jusuf Kalla. Kehadiran Bapak Jusuf Kalla, belum tentu akan terulang tahun tahun kedepan, dimana ada Wakil Presiren datang untuk meresmikan masjid. Ini haris kita syukuri bersama dan menjadi motivasi bagi generasi muda untuk menjadikan masjid sebagai pusat ibadah, pusat ekonomi umat dan 8 program lainnya sesuai yang tertuang dalam program Dewan Masjid Indonesia,” ujarnya.

Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, menyampaikan, selaku pemerintah Bukittinggi, mengucapkan selamat kepada warga, telah dapatndifungsikannya Masjid Tabligiyah Garegeh. Minangkabau yang kuat dengan prinsip ABS SBK, tidak datang atau tertulis begitu saja. Ada sejarah dan riwayat yang mendasari ini.

“Adat Basandi Syara’ Syara’ Basandi Kitabullah, menjadi landasan kita dalam menjalankan kehidupan sebagai warga Minangkabau. Sejarah yang tertulis terkait Masjid Tabligiyah Garegeh ini, tentunya bukti bahwa Bukittinggi kental dengan adat budaya dilandasi agama Islam. Hal ini menjadi motivasi bagi generasi muda untuk memperkuat pengetahuan. Dan kita berharap Bukittingi Sumbar dapat melahirkan tokoh nasionalis dan religius di tahun tahun selanjutnya,” ujar Erman Safar.

Wako menambahkan, pada tahun ini juga akan diserahkan hibah untuk Masjid Tabligiyah Garegeh. Dana itu terdiri dari Rp 200 juta pokir Anggota DPRD Ibra Yaser, Rp 60 juta dari pokir Ibnu Asis dan Rp 740 juta program prioritas hibah Wali Kota Bukittinggi. Selanjutnya, untuk MDA, juga diberikan hibah sebesar Rp 250 juta dari program prioritas hibah Wali Kota dan Rp 500 juta dari pokir Anggota DPRD Bukittinggi, Dedi Fatria.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi, menyampaikan, apresiasi atas kedatangan Bapak Jusuf Kalla di tanah Minang. “Beliau merupakan Ketua PSSI, Persatuan Sumando Seluruh Indonesia,” canda Gubernur.

Keberadaan masjid di Ranah Minang, lanjut Mahyeldi, menjadi bagian fundamental untuk perkembangan masyarakat. Ini menjadi implementasi Adat Basansi Syara’ Syara’ Basandi Kitabullah, Syara Mangato, Adat Mamakai.

“Semoga keberadaan masjid semakin melekat pada masyarakat, generasi muda Ranah Minang. Keterpautan hati pada masjid harus ditingkatkan. Kita di Pemprov Sumbar berkomitmen untuk menjadikan masjid sebagai tempat implementasi ABS-SBK,” ungkap Mahyeldi.

Wapres RI ke X dan XII, M. Jusuf Kalla, yang juga sekaligus Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI), menyampaikan penghargaan atas upaya semua pihak dalam pembangunan Masjid Tabligiyah Garegeh. Modal Rang Minang, ada tiga, masjid sebagai tempat ibadah, sekolah tempat pendidkan, pasar sebagai pusat ekonomi.

“Tiga itu ciri orang Minang. Mereka mencintai masjid. Tapi saat ini mulai berubah dan ini harus kita kembalikan. Semua tokoh nasional dari Minangkabau, diakui karena kemampuan otaknya. Saat ini kita harus evaluasi, apakah hal ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan kedepan,” ujar Jusuf Kalla.

Wapres ke X dan XII ini menambahkan, tugas bersama untuk memakmurkan masjid, sesuai slogan DMI, “memakmurkan dan dimakmurkan masjid”. Masjid dibangun dengan baik harus banyak jamaahnya.

“Indonesia memiliki 800.000 masjid. Dunia mengakui betapa kentalnya Islam di Indonesia, bahkan sebagian besar masjid itu dibangun oleh masyarakatnya dengan dukungan pemerintah. Kecintaan kita pada masjid akan membawa kita menjadi muslim yang semakin baik,” pesannya.

Selain peresmian pemakaian bangunan masjid baru,  dalam kesempatan itu, juga dilaksanakan peletakan batu pertama Pusat Pendidikan Tablighiyah meliputi MDTA, Pondok Tahfizh, TK Assalam dan Gedung Serbaguna Tablighiyah.( anasrul )