INISIAL AG MENCuat DI BALIK 10.000 KOLI BARANG ILEGAL — OPERASI GABUNGAN GUNCANG PELABUHAN RAKYAT HINGGA TALANG DUKU

HEADLINESRIWIJAYA.COM

Jambi — Operasi besar-besaran Satgas Gabungan yang melibatkan Bea Cukai, Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Intelijen Strategis (BAIS), TNI, dan Polri sukses menghentikan laju masuk sekitar 10.000 koli barang ilegal di Pelabuhan Rakyat Taman Raja, Kecamatan Tungkal Ulu, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Rabu (13/08/2025).

Dua kapal kayu yang berangkat dari Port Klang, Malaysia dibongkar pada 10–12 Agustus 2025. Hasilnya mencengangkan: mulai dari tekstil dan produk tekstil (TPT), pakaian bekas ballpress, kacang tanah, perabotan besi, hingga berbagai barang lain yang tidak tercatat dalam dokumen manifest.

Seluruh hasil sitaan diangkut menggunakan 89 truk wingbox menuju Kantor Bea Cukai Jambi, sebelum akhirnya dipindahkan ke Pelabuhan Pelindo Talang Duku, Kabupaten Muaro Jambi, untuk proses hukum lebih lanjut.

Di tengah keberhasilan operasi ini, sumber lapangan menyebut munculnya sosok berinisial AG yang diduga sebagai pemilik barang. Namun, hingga berita ini diturunkan, Bea Cukai Jambi belum memberikan keterangan resmi terkait identitas pemilik maupun detail penyidikan.

Publik mempertanyakan keterbukaan informasi atas temuan besar ini, mengingat barang-barang yang disita memiliki nilai ekonomi sangat tinggi dan potensi kerugian negara yang signifikan. Desakan juga muncul agar aparat penegak hukum memastikan tidak ada gratifikasi, suap, atau penghilangan barang bukti dalam proses penanganan.

Berdasarkan Pasal 221 KUHP, setiap orang yang dengan sengaja menghilangkan atau menyembunyikan barang bukti dapat dipidana penjara hingga empat tahun. Jika dilakukan oleh aparat atau pejabat, sanksinya dapat diperberat sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Kasus ini akan menjadi ujian besar bagi transparansi dan integritas institusi penegak hukum di Jambi. Awak media akan terus mengawal hingga seluruh fakta, termasuk keterlibatan inisial AG, terungkap secara terang benderang di hadapan publik. (A.Chaniago)