HEADLINESRIWIJAYA.COM
PALEMBANG — Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru mendorong Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) berperan aktif mengawal keterbukaan informasi dan pembangunan hingga ke pelosok desa. Menurutnya, media siber memiliki posisi strategis dalam memastikan masyarakat memperoleh informasi yang akurat, berimbang, dan edukatif.
Hal tersebut disampaikan Herman Deru saat menghadiri pelantikan pengurus SMSI Provinsi Sumsel sekaligus peluncuran Kelompok Kerja (Pokja) Newsroom Jaga Desa di Hotel The Zuri, Palembang, Kamis (29/10/2026).
Di hadapan pengurus dan tamu undangan, Herman Deru mengapresiasi keberadaan SMSI yang dinilainya memiliki sumber daya manusia profesional dengan pemahaman kuat di bidang media. Ia menilai, di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, media siber menjadi salah satu garda terdepan dalam menyampaikan informasi secara cepat dan aktual.
Menyoroti program Jaga Desa yang melibatkan aparat penegak hukum, Herman Deru juga mendorong peningkatan pemahaman hukum bagi insan pers melalui program khusus. Gagasan tersebut, menurutnya, dapat mengadopsi konsep Keluarga Sadar Hukum (Kadarkum) yang telah diterapkan di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumsel.
“Kalau di Pemprov ada Kadarkum, ke depan kita bisa cetuskan ISDARKUM atau Insan SMSI Sadar Hukum. Ini penting karena Jaga Desa bukan berarti kita menjadi satpam, melainkan mengawal keterbatasan informasi dan pengetahuan administrasi di desa agar produk-produk pembangunan dari negara tepat sasaran,” ujar Herman Deru.
Ia juga menyoroti perkembangan pemerataan akses internet di Sumsel yang saat ini telah mencapai lebih dari 80 persen. Pemerintah Provinsi Sumsel, lanjutnya, terus berupaya mewujudkan target Sumsel Zero Blank Spot agar seluruh wilayah dapat menikmati layanan komunikasi dan informasi secara merata.
Dengan semakin luasnya jangkauan infrastruktur digital, tantangan berikutnya adalah memastikan masyarakat pedesaan memperoleh informasi yang berkualitas, berimbang, dan mampu meningkatkan pengetahuan.
Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru turut berpesan agar SMSI terus melakukan regenerasi organisasi dengan melibatkan generasi muda, khususnya Generasi Z (Gen Z) dan Generasi Alfa (Gen Alfa). Kedua generasi tersebut dinilai memiliki potensi dan kemampuan dalam mengikuti perkembangan teknologi informasi.
Selain persoalan digitalisasi, Herman Deru juga mengangkat isu strategis lingkungan hidup. Ia menyampaikan bahwa Sumsel baru saja dipercaya menjadi tuan rumah Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN).
Sumsel tercatat memiliki sekitar 1,2 juta hektare lahan gambut atau sekitar 10 persen dari total luas lahan gambut nasional. Mengingat sebagian besar kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam dua bulan terakhir terjadi di kawasan gambut, ia mengajak SMSI mengambil peran sebagai mitra strategis pemerintah.
Peran tersebut dapat diwujudkan melalui pemberitaan yang edukatif, peningkatan kesadaran masyarakat, serta pengawalan terhadap upaya pelestarian ekosistem gambut di Sumsel.
“Selamat kepada pengurus SMSI Sumatera Selatan yang baru dilantik. Mari kita terus membawa peran media ini dalam suasana gembira dan penuh semangat untuk menjaga kemajuan Sumsel,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua SMSI Sumsel Jon Heri, S.Sos., secara resmi meluncurkan Pokja Newsroom Jaga Desa. Ia menjelaskan, pembentukan kelompok kerja tersebut merupakan langkah konkret SMSI untuk turut mengawal pembangunan desa melalui penyebarluasan informasi yang terbuka dan edukatif.
Menurut Jon Heri, Newsroom Jaga Desa akan menjadi wadah bagi insan pers untuk menyampaikan berbagai informasi mengenai perkembangan, potensi, serta kebutuhan masyarakat desa.
“Newsroom Jaga Desa bertugas bagaimana kita menjaga desa, memberikan informasi yang edukatif, dan turut membangun desa. Dengan jaringan SMSI yang kuat dan memiliki perwakilan di seluruh kabupaten/kota se-Sumsel, jaringan ini akan menjadi pilar utama penyalur informasi bagi desa,” ungkap Jon Heri dalam laporannya.
Melalui peluncuran Pokja Newsroom Jaga Desa, SMSI Sumsel diharapkan dapat memperkuat sinergi antara media, pemerintah, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan desa yang transparan, partisipatif, serta berkelanjutan.(ERY)









