Hendak Bayar Listrik Selalu Was-was, Ini Saran PLN

HEADLINESRIWIJAYA.COM

EMPAT LAWANG – Sejumlah pelanggan PLN di Kabupaten Empat Lawang dilanda rasa was-was ketika ingin membayar tagihan listrik.

Bagaimana tidak, saat hendak membayar tagihan listrik, terjadi pembengkakan tagihan yang nilainya tidak terduga dari biasanya.

Terkait masalah tersebut, Kepala ULP PLN Tebing Tinggi, Dedi Setiawan mengatakan, kalau mereka memperbolehkan masyarakat untuk komplain terkait masalah tersebut.

“Untuk dari PLN itu sendiri, membolehkan masyarakat untuk komplain ke PLN, dengan membawa foto KWH terakhir, tagihannya berapa, nanti dicocokan dengan (data) PLN,” terang Dedi Setiawan, Jum’at (27/1/2023).

Kemudian jelas dia, jika ada perbedaan antara foto KWH dari masyarakat dengan hasil (pencatatan) dari PLN itu sendiri, lebih atau kurang tagihannya bisa diketahui.

“Kalau hasil foto dari masyarakat itu lebih tinggi dari hasil baca meter dari PLN, maka itu sesuai pemakaian,” kata Dedi.

Namun sambung dia, ketika hasil foto KWH masyarakat berapa dengan hasil baca dari PLN lebih besar, PLN bisa koreksi, kalau memang di lapangannya sesuai seperti itu.

“Untuk SOP pengajuan komplain, seperti itu,” ujar Dedi.

Terkait salah satu kasus pelanggan yang baru dilaporkan ini, pihak PLN sambung dia, akan mempelajari terlebih dahulu. “Kita harus tahu dulu apa sih komplainnya,” ujarnya lagi.

Kalau tadi ada istilah penambahan segala macam, terang dia, pihaknya akan membuka satu persatu dulu data yang ada.

“Apalagi saya juga baru di PLN Tebing Tinggi, baru satu minggu bergabung jadi harus baca dulu situasi kendala yang dialami ibu tersebut, baru bisa ngasih pernyataan yang lebih resmi,” bebernya.

Kemudian Dedi menyarankan agar masyarakat untuk pindah ke listrik prabayar agar tidak kaget saat ada biaya tambahan.

“Tapi, alangkah lebih bagusnya untuk ibu itu kalau komplain pembayaran mahal segala macam untuk pindah ke prabayar,” sarannya.

Listrik prabayar kata dia, tidak ada biaya beban dan pemakaian listrik dapa dikontrol langsung dari pelanggan itu sendiri.

“Seperti hp, kan pulsa-pulsa tersebut dikontrol langsung oleh pelanggan,” imbuhnya.

Dengan listrik prabayar, terang dia lagi, tidak ada lagi rasa was-was, saat bayar tagihan listrik. “Kalau saya sih sarankan untuk migrasikan ke listrik prabayar,” ungkapnya lagi.

Kemudian, untuk masalah catat meter, Dedi mengatakan, selagi pintu rumah tidak dikunci harusnya dari petugas PLN bisa mencatat di situ.

PLN juga ada evaluasi, ketika petugas itu di lapangan melaksanakan tugas catat meter, dia harus foto di lapangan, dengan begitu petugas catat KWH meter termonitor dan dapat dievaluasi.

“Makanya seperti yang saya bilang tadi untuk pelajari dulu kasusnya ini seperti apa, hasil pencatatan sebulan sebelumnya seperti apa, dan biar enak untuk kita menyampaikan,” tandasnya. (rz)