Harga Kedelai Naik Gila-gilaan,Penjual Tempe diLubuklinggau Menjerit

Headline Sriwijaya.com

LUBUKLINGGAU –Raut wajah lesu dan pasrah terpancar dari Niko Pengusaha Tempe jalan Kamboja Rt 04 Kel.Tanjung indah Kecamatan Lubuklinggau Barat 1 ,Kota Lubuklinggau yang keseharian berjualan tempe dipasar bercerita bagaimana harga kedelai naik signifikan. Seperti diketahui, kedelai adalah bahan baku untuk membuat tempe.

Niko mengatakan Kemarin saya beli kedelai Perkilo harganya Rp 9.300 Padahal, biasanya Perkilo kedelai seharga Rp 7.000 ribu. Naiknya luar biasa sekali ,belum lagi plastik untuk membungkusnya naik juga ,cuman ragi yang tidak naik .Ya saya bingung kalau begini,” ujarnya kepada awak media headline sriwijaya.com, Minggu (4/1/2021).

Dia pun mengaku harus memutar otak agar tempe yang dia buat masih tetap laku di pasaran. Dia mengatakan, tak akan menaikkan harga tempe yang dia jual. Sebab, jika menaikan harga tempe akan membuat pelanggannya otomatis berkurang.
“Ya saya paling ngakali dengan memperkecil ukuran tempe ditambah lagi jualan dimasa pandemic sangat berpengaruh sekali dahulunya sebelum covid biasanya produksi 65kilogram perhari sekarang paling 50kilogram udah bersyukur ujarnya
Dia pun berharap kepada pemerintah agar harga kacang kedelai cepat kembali normal dan semoga musibah pandemic covid 19 ini cepat berlalu agar perekonomian masyarakat bisa bangkit dan pulih kembali tutupnya.(Rah jainal)