DKK BUKITTINGGI GENJOT PROGRA YANG BELUM TERLAKSANA AKIBAT FOKUS PENANGANAN COVID 19.

HEADLINESRIWIJAYA.COM

Bukittinggi.Plt.Kepala Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi Erwin Umar mengatakan,dalam situasi pandemi hampir dua tahun DKK secara  legalitas formal tidak menghadapi persoalan dalam penanggulangan  covid 19 karena dari segi Sumber Daya Manusia ( SDM ) kita cukup.

Sampai saat ini kita pantau semuanya persedia pola dan anggaran bahwa dalam penanganan covid  19 tidak persoalan.namun selama duantahun ini ada program program yang terhenti menghindari kerumunan yang bersentuhan dengan masyarakat seperti kegiatan Posyandu dan pemberian gizi kepada lansia.

Hal itu disampaikan Erwin Umar kepada wartawan yang tergabung dalam PWI Bukittinggi ketika berlangsung pertemuan di Sekre Pwi bukittinggi  selasa sore ( 07/09/2021).

Menurut,Erwin Umar program yang tertinggal seperti program stunting  anak yang lahir kekurang gizi dan penyakit menular lainnya bulan depan akan kita kejar kembali.sehingga program yang telah tersusun bisa dilaksanakan kembali.

“Khusun penaggulangan covid 19 bahwa Pemerintah  Pusat melalui Surat Edaran Kemenkes bahwa Bukittinggi yang memiliki jumlah penduduk 126.463 orang dan 70 persen harus di vaksinasi covid  19 dan sampai hari ini  sudah mencapai 40 persen baik vaksi pertama dan kedua” ujar erwin umar.

Semnetara vaksin untuk tenaga kesehatan sasaran kita 2.142 orang tapi realisasi dilapangan 2.507 orang atau melebihi dari target yang diberikan pemerintah,sedangkan untuk pejabat publik yang sudah kita vaksin 12.136 orang melebihi dari target hanya 8.021 orang.

“Vaksinasi untuk lansia yang kita tagetkan 9.352  orang dan  terpaksin baru 1.073 orang atau 11.47 persen sedangkan masyarakat umum yang sudah di vaksin 53
420 orang divaksin baru 14.086 orang atau 22.21 persen, vaksin pelajar target kita 12 ribu lebih sudah di vaksin 6.007.orang atau sudah 50 persen”jelas Erwin umar.

Menurut Erwin Umar untuk pencapain target vaksinasi bagi pelajar akan mendatangi sekolah melalui Puskesmas dan RSUD sedangkan bagi lansia pihaknya akan mendatangi rumah kerumah untuk divaksin.

” Meski kondisi covid saat ini sudah melandai di Bukittinggi tentu kita tetap waspada dan mematuhi prokes dengan disiplin dan kita selalu  memperbanyak menerapkan program 3T  Traking.Traikmen dan Testing).”kata Erwin Umar.

Selama dua tahun covid 19 melanda Negeri ini  masyarakat  Bukitinggi yang tertular covid 19 sampai saat ini sebanyak 4.273  orang sembuh 4.049 orang dirawat 8 orang meninggal  93 orang kasus aktif 131 orang dan mengikuti program  Isolasi mandiri.( anasrul )