Dandim 0306/50 Kota Bersama Bupati 50 Kota Dampingi Penyerahan Bantuan Dari BNPB Pusat Bagi Warga Korban Bencana Alam

Headlinesriwijaya.com

Lima Puluh Kota — Komandan Kodim (Dandim) 0306/50 Kota Letkol Inf Adri Asmara Yudha bersama Bupati 50 Kota Syafarudin Datuak Bandaro Rajo dampingi penyerahan bantuan oleh BNPB pusat bagi korban bencana alam dikabupaten 50 Kota. Bertempat di Jorong Padang Torok Nagari Harau Kecamatan Harau. Kamis (21/12/2023).

Badan Nasional Penanggulangan Bencana melalui Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Jarwansah menyerahkan Dana siap pakai Rp 250.000.000 (Dukungan Oprasional penanganan darurat banjir dan longsor).

Dan dukungan penanganan darurat banjir dan longsor Kabupaten Lima Puluh Kota berupa :
a. Perahu Karet 2 Unit
b. Tenda pengungsi 2 Unit
c. Sembako 1000 Paket
d. Hygene kit 1000 Pcs
e. Selimut 1000 Pcs
f. Matras 1000 Pcs
Dimana dana bantuan tersebut untuk memenuhi kebutuhan dasar para korban bencana dan mendukung operasional kegiatan penanggulangan bencana.

Dalam sambutannya, Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Jarwansah mengatakan, kedatangannya kali ini untuk memastikan penanganan bencana berjalan dengan tepat sasaran.

Saat Tanggap darurat ini pemerintah pusat (BNPB) harus hadir berikan bantuan, kami membawa anggaran operasional, membawa logistik peralatan, paling tidak meringankan beban masyarakat yang terdampak secara langsung dan bisa segera terbantu ucapnya.

Sementara itu Dandim 0306/50 Kota Letkol Inf Adri Asmara Yudha dalam kesempatannya turut mengucapkan terimakasih atas kepedulian BNPB menanggapi laporan kebencanaan di Kabupaten 50 Kota.

Dandim juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat dan pihak-pihak yang mau turun langsung bersama sama membantu korban bencana, ucapnya.

Dari data di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten 50 Kota, ada tujuh (7) kecamatan yang terdampak bencana.
Seluruhnya berjumlah lebih dari 1800 KK yang terdampak langsung.

Dan yang paling parah ada di kecamatan Harau di mana salah satunya nagarinya yakni Nagari Harau, ada 33 kk, lahan produktif 10 Ha, dan irigasi utama 30 meter rusak tertimbun oleh material lumpur yang terbawa banjir. Sedangkan di Nagari Tarantang ada lebih dari 500 KK yang terdampak langsung oleh bencana banjir.(pendim0306/*)