oleh

Bareng BPS Muba, Sinergi Implementasi Satu Data Indonesia

HEADLINESRIWIJAYA.COM

SEKAYU.MUBA– Pj Bupati Musi Banyuasin (Muba) H Apriyadi didampingi Plt Kepala Bappeda Kabupaten Muba Sunaryo SSTP MM dan Para Kabid Dinas Kominfo Muba, menerima Jajaran Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Muba, bertempat di Guest House Griya Bumi Serasan Sekate, Jumat (24/6/2022).

Kepala BPS Muba Sunita SE mengatakan, bahwa tujuan audiensi ini untuk melaporkan beberapa hal kepada Pj Bupati Muba yaitu, terkait pelaksanaan Desa Cantik, kegiatan Penilaian Pembangunan Statistik Sektoral, Sensus Pertanian dan Long Form SP2020.

“Mengenai Desa Cantik, sesuai instruksi Gubernur (Pergub Desa Cantik) diwacanakan seluruh desa yang ada di Provinsi Sumsel akan dijadikan 100% desa cantik. Dari hasil koordinasi sebelumnya, di Kabupaten Muba yang semulanya direncanakan akan dibentuk 28 desa. Namun menindaklanjuti Pergub tersebut akan dilaksanakan diseluruh desa/kelurahan di Kabupaten Muba, oleh karena itu kami perlu dukungan Pemkab Muba,”bebernya.

Sunita juga menjelaskan bahwa salah satu bentuk dukungan BPS Muba, dalam waktu dekat akan dilaksanakan pelatihan petugas/operator dan akan dibarengi dengan pencanangan Desa Cantik di Muba, sebagai bentuk keseriusan menindaklanjuti instruksi Gubernur terkait pelaksanaan Desa Cantik. Waktu pelaksanaan sedang didiskusikan dengan Dinas Kominfo dan diagendakan pada bulan Juli ini.

“BPS tidak hanya melakukan penilaian Desa Cantik, tapi akan melaksanakan penilaian statistik sektoral di daerah. Penilaian tersebut diiukur melalui indeks pembangunan statistik dimana bulan September akan dirilis hasil penilaian indeks. Untuk mencapai hal tersebut akan ada dua penilaian dari internal di dinas yang dikoordinasi oleh Sekda serta penilaian dari BPS. Oleh karena itu kami meminta bantuan Pj Bupati untuk menginstruksikan seluruh OPD di Muba untuk menjalankan setatistik sektoral, sebelum dilaksanakan penilaian statistik sektoral yang menghasilkan indeks pembangunan statistik,”paparnya.

Kepala BPS Muba juga menyebutkan, pada tahun 2023 mendatang BPS akan melaksanakan Sensus Pertanian, dimana ini merupakan Sensus Pertanian ke-7. Sensus Pertanian ini sangat penting untuk penyediaan data statistik pertanian yang teritegrasi dan berkelanjutan.

“Terakhir terkait kegiatan yang sedang berjalan sekarang yaitu Long Form SP2020. Sedang dilaksanakan kegiatan lanjutan SP2020 yang juga memuat indikator-indikator penting. Terkait hal tersebut kami meminta dukungan bapak memberikan himbauan terkait kegiatan tersebut agar mendapatkan perhatian masyarakat yang lebih baik,”ujar Sunita.

Sementara itu Pj Bupati Muba H Apriyadi menyambut baik dan mengapresiasi terkait program kegiatan yang akan dilaksanakan oleh BPS Muba. Prinsipnya, Pemkab Muba akan siap mendukung semua kegiatan yang akan dilaksanakan BPS Muba.

“Data statistik level desa yang tersaji dalam Desa Cantik di Kabupaten Muba ini akan sangat berfungsi sebagai dasar informasi dalam proses pembangunan desa dan dalam mengurangi angka kemiskinan dan stunting khususnya di kabupaten Muba. Oleh karena itu untuk mensukseskan program desa cantik tersebut perlu dukungan dan komitmen semua stakeholder sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing,”ujar Apriyadi.

Lebih lanjut Apriyadi juga menyebutkan, terkait akan dilaksanakan Sensus Pertanian yang berupa kegiatan sosialisasi, maka dipersilahkan saja untuk digelar secara bertahap di setiap kecamatan. Kemudian Penilaian Pembangunan Statistik Sektoral, menurutnya ini sangat baik, karena dinilai efektif agar OPD dapat melaksanakan program dengan berbasis satu data.

“Kita harus manfaatkan IT sehingga kita tidak tertinggal karena saat ini semuanya berbasis IT, silahkan dilakukan pelatihan untuk semua operator di setiap desa, lakukan bertahap dan silahkan langsung koordinasi dengan Dinas Kominfo. Mudah-mudahan semua ini bisa berjalan sesuai dengan yang kita inginkan,”tandasnya.

Kepala Dinas Kominfo Muba, Herryandi Sinulingga AP menuturkan terkait program Desa Cantik dan berbasis satu data, pihaknya akan memaksimalkan sinergi bersama BPS Muba. “Untuk implementasi data di lapangan kita akan berkoordinasi dengan BPS Muba dan OPD terkait lainnya, termasuk kecamatan dan desa terlebih yang berkaitan dengan pengelolaan IT,” urainya.

Ia menambahkan, implementasi program berbasis satu data tentu harus disupport dengan teknis pengolahan IT. “Prinsipnya SDM di Kominfo Muba siap, dan akan memanajemen data tersebut dengan baik,” pungkasnya.(ray)

Berita Pilihan