HEADLINESRIWIJAYA.com
Tulungagung,Jatim-Saat ini bukan hanya pasar baru bermunculan pedagang sayur turut mematikan pasar,contoh seperti pasar pakel yang ada di Kab Tulungagung sekarang nyaris mati.
Pedagang sayur keliling,dalam bahasa lokal disebut ethek,membuat warga malas datang ke pasar,sebab para pedagang sayur keliling menawarkan daganganya langsung sampai depan rumah warga.
Salah satu pedagang sayur di pasar Pakel Tulungagung mengatakan ” pasar mulai berebgsur sepi sejak sekitar tahun 2005. Karna semakin banyak enthek jumlah pedagang semakin menurun”.Selasa(29-06-2021)
Para ethek berbelanja sayur mayur dan kebutuhan memasak di Pasar Bandung,kemudian mereka langdung berkeliling dari rumah ke rumah warga.
Banyak pedagang yang dulunya berdagang di Pasar Pakel kini pindah ke Pasar Bandung.
Selama ini Pasar Pekel berada di bawah koordinasi Pasar Bandung.Kerna minimnya pedagang yang menjajakan dagangannya,pemasukan dari pasar ini hanya Tiga Ratus Ribu per bulan.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung Bapak Tri Haryadi mangakui kondisi Pasar Pakel yang ditinggalkan pedagang.Bukan hanya Pasar Pakel ada pasar lain juga yang mengalami kondisi serupa, seperti Pasar Domasan di Kecamatan Kalidawir .
Meski sepi pasar pakel akan tetap diperjuangkan,tegas Bapak Tri Haryadi.Selasa 29 juni 2021.
“Kami akan mencarikan yang prospek berdagang di pasar ini.Kami juga melakukan kajian pemanfaatan yang cocok “,kata Bapak tri
Kemungkinan kemunduran pasar dipengaruhi perkrmbangan zaman,salah satunya karena banyak pedagang yang berjualan di tepi jalan dan juga pedagang keliling.
Karena itu perlu dilakukan upaya untuk memperbarui model pasar agar kembali ramai.,Adapun usulan dari Bapak Tri Hariyadi yang ingin mejadidikan pasar sebagai Pasar Oleh Oleh ,karena ada di jalur wisata menuju ke Pantai Prigi dan Pantai Gemah Kabupaten Trenggalek.(VA)

