Awalnya terjadi pengerebekan pesta  Narkoba di Betung, warga Resah Suara Musik Remix dan Beganti Pria  keluar masuk kontrakan

HEADLINESRIWIJAYA.COM

BETUNG, BANYUASIN. Awal mulanya  bisa terungkap pesta Narkoba Warga  merasa terganggu dengan kehadiran  Dua perempuan yang berpropesin sebagai Biduan penghuni kontrakan Milik.Sigit yang bertempat dibelakang Mesjid  Nahid Abdul Azis di Rt. 026 Rw.007 selalu tertutup dengan suara house musik dan  pria berganti-ganti orang sering keluar masuk kontrakan tersebut.

Menurut andi, warga setempat mengatakan bahwa dua perempuan penghuni kontrakan itu sudah hampir 2  minggu tinggal dikontrakan itu, mereka menurut informasi  berpropesi sebagai biduan.sering manggu kontrakan hanya untuk istirahat  mereka sering lalu lalang depan rumah kau mau kekontrakan. dan kalau lewat selalu ramah dengan warga setempat.

kalau dia ada dikontrakan itu selalu banyak tamu laki-laki yang datang berganti orang lebih dari satu orang dengan pintu rumah selalu tertutup dan suara  musik remix yang  keras. apalagi rumah kontrakan besebelahan nanyak tetangga apa lagi  dekat dari masjid. suaranya musiknya  terdengar sehingga buat warga yang sedang solat merasa terganggu, begitu juga warga dilingkungan  kontrakan itu merasa terganggu dengan suara musik remix seperti suara dikafe- kafe diduga mereka didalam.melakukan pesta Narkoba, ujar andi.

andi menambahkan, adanya keresahan warga dengan dua perempuan penghuni kontrakan berpropesi sebagai biduan  tersebut  yang selalu masukan lelaki kedalam rumah berganti-ganti orang dan suara musik remix yang keras .sudah  dilaporkan dengan pihak RT. 026 RW 007 dan pengurus masjid.setempat  tapi belum ada teguran atau tindakan..

Ketua Rt. 026, Arjentina membenarkan ada warga yang tinggal.dikontrakan milik sigit, namun sampai saat ini belum ada laporan  ke Rt. termasuk keresahan warga dikontrakan itu lelaki bertamu berganti-ganti orang dan ada suara musik remix yang kecang. kita belum bisa melakukan teguran dan tindakan . kita ingin memanggil yang milik kontrakan terlebih dahulu menanyakan penghuni kontrakannya.  ” kita mintak penjelasan dari pihak pemilik kontrakan setatus keberadan penghuninya untuk memberikan teguran terkait banyaknya tamu laki-laki kekontrakan keluar masuk bergantian, menutup pintu.dan ada suara musik remix yang keras  setelah dii lakukan mengedor pintu oleh RT dan RW setempat tidal ada respon dari dalam.untuk membuka pintu hal ini menjadi warga bertambah resah diduga lagi pesta Narkoba  .kemudian masyarakat melaporkan hal.ini kepolsek Betung untuk dilakukan penggerebekan hasilnya didapat 8 orang lagi pesta narkoba.

sedangkan Sigit Pemilik kontrakan merasa tidak tahu kalau di kontrakannya dijadikan tempat pesta narkoba, dia bilang tinggal di kontrakan untuk istirahat tempat tidur, selama ini dihotel  seharinya mahal makanya ngontrak saja,  katanya. mereka kontrak masuk tanggal 3 juli  dengan biaya sewa kontrak Rp. 400 per/bulan. ” jadi tidak tahu rumah dijadikan tempat.pesta narkoba, karena tidak dikontrol lagi sibuk dagang dan ngurus anak masuk polisi  alhamdulillha diterima di Secaba SPN Polda Sumsel. insa allah pendidikan masuk  tanggal 22 juli 2022 ini..kalau nanti dimintai keterangan oleh polisi kami selaku pemilik kontrakan siap datang , “Pungkasnya. (ray)