Pemko Bukittinggi Hadirkan Perpustakaan Inklusif, Warga Bisa Belajar dan Tingkatkan Keterampilan

 

BUKITTINGGI, HEADLINE SRIWIJAYA.COM – Pemerintah Kota Bukittinggi terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui pengembangan Perpustakaan Umum Daerah Mr. Sjafruddin Prawiranegara. Meski belum diresmikan secara resmi, perpustakaan yang baru selesai dibangun tersebut telah mulai membuka layanan bagi masyarakat, termasuk melalui program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS).

Program ini menjadi salah satu upaya menghadirkan perpustakaan yang tidak sekadar menjadi tempat membaca dan meminjam buku, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran, pengembangan keterampilan, serta peningkatan kapasitas masyarakat.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bukittinggi, Nauli Handayani, menjelaskan bahwa pembangunan fisik gedung perpustakaan tersebut rampung pada akhir 2025 melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) pemerintah pusat sebesar Rp8,8 miliar.

Selanjutnya, Pemerintah Kota Bukittinggi mengalokasikan anggaran APBD tahun 2026 sebesar Rp2,5 miliar untuk penataan lanskap dan lingkungan perpustakaan, termasuk pembangunan taman, penyediaan bangku, area kafe, serta penghijauan guna menciptakan suasana yang nyaman dan menarik bagi pengunjung.

“Kita juga masih melaksanakan sejumlah pembangunan sarana dan prasarana pendukung, termasuk penyempurnaan interior,” jelas Nauli, Sabtu (17/10/2026).

Ia menegaskan, keberadaan Perpustakaan Umum Daerah Mr. Sjafruddin Prawiranegara dirancang untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Melalui program TPBIS, perpustakaan dikembangkan menjadi ruang belajar bersama yang interaktif, edukatif, dan terbuka bagi berbagai kalangan.

Berbagai kegiatan pembelajaran telah dilaksanakan secara rutin setiap minggu, di antaranya kelas tahsin, public speaking, serta kegiatan edukatif lainnya. Program tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat yang ingin menambah wawasan dan mengembangkan kemampuan diri.

“Perpustakaan ini tidak hanya dikonsep sebagai tempat membaca dan menyimpan buku, tetapi juga sebagai ruang belajar bersama yang interaktif, edukatif, dan inklusif. Alhamdulillah, antusiasme masyarakat cukup tinggi. Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat positif bagi warga,” ujarnya.

Manfaat program tersebut turut dirasakan masyarakat. Bunga, salah seorang anggota Perpustakaan Umum Daerah Bukittinggi, mengaku senang dapat mengikuti berbagai kegiatan pembelajaran yang diselenggarakan di perpustakaan tersebut.

Menurutnya, kegiatan itu memberikan kesempatan kepada masyarakat, termasuk mereka yang telah melewati usia sekolah, untuk terus belajar dalam suasana santai, menyenangkan, dan penuh manfaat.

“Kami senang dengan kegiatan ini. Meskipun usia sudah melewati usia sekolah, kita tetap bisa belajar dengan seru dan santai, sekaligus mendapatkan ilmu yang mungkin belum pernah didapatkan sebelumnya. Salah satunya melalui kelas citizen journalism yang kami ikuti hari ini,” ungkapnya.

Pengembangan perpustakaan melalui program TPBIS diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap pengetahuan, meningkatkan keterampilan, serta mendorong tumbuhnya partisipasi warga dalam berbagai kegiatan positif.

Dengan dukungan fasilitas yang terus disempurnakan dan program pembelajaran yang berkelanjutan, Perpustakaan Umum Daerah Mr. Sjafruddin Prawiranegara diharapkan menjadi salah satu pusat literasi dan pemberdayaan masyarakat di Kota Bukittinggi.

Perpustakaan tersebut direncanakan akan diresmikan pada 19 Desember 2026. Menjelang peresmian, Pemerintah Kota Bukittinggi terus menuntaskan berbagai sarana dan prasarana pendukung untuk menghadirkan fasilitas perpustakaan yang nyaman, representatif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
(rdw/kmf)