HEADLINESRIWIJAYA. COM.
Pemerintah Kota Bukittinggi gelar pertemuan forum kemitraan AIDS TB dan Malaria (ATM) tingkat Kota Bukittinggi tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula Balai Kota, Senin, 13 Juli 2026.
Program Koordinator RSSH ADINKES Sumbar, Safwan, menjelaskan, pertemuan ini merupakan kegiatan kelima yang dilaksanakan di Bukittinggi. Sebagai daerah wisata, tentu Bukittinggi harus menuntaskan tiga penyakit ini, termasuk malaria, karena pengunjung luar negeri pun, akan mencek kasus malaria di tempat tujuan mereka. Targetnya, tahun 2030 AIDS, TB dan malaria, dapat tereliminasi di Bukittinggi.
Sekda Bukittinggi, Rismal Hadi, didampingi Kepala Dinas Kesehatan, Ramli Andrian, menyampaikan, pondasi bidang kesehatan harus diperkuat dan menjadi prioritas
utama. Untuk itu, pembangunan bidang kesehatan tidak bisa diabaikan, baik fisik maupun non fisik.
Kolaborasi lintas sektor perlu dibangun untuk penanganan ATM.Setelah pertemuan ini,dibutuhkan langkah kongkrit untuk mencegah dan mengendalikan AIDS, TB dan malaria. Setiap SKPD memiliki peran penting dalam penanganan ATM ini, sesuai tupoksinya.
Selain itu, Pemko juga butuh peran dan bantuan dari mitra kerja, seperti BazNas, Perbankan dan juga perhotelan, BUMN serta BUMD. Melalui dana serta program bantuan sosial, diharapkan dapat membantu memperbaiki rumah warga serta lingkungan yang tidak layak dan tidak sehat, termasuk membantu warga yang terdampak.
Ketua TP PKK Bukittinggi, Ny. Yesi Ramlan Nurmatias, menyampaikan apresiasi terlaksananya pertemuan ini. Dengan strategi yang disusun, tentunya target 2030 Bukittinggi mengeliminasi penyakit ATM dapat terealisasi.
Ny. Yesi, yang juga Anggota DPRD Provinsi Sumatra Barat ini, juga menekankan, TBC dan HIV merupakan ancaman nyata bagi keluarga. PKK menjadi mitra strategis kesehatan, sebagai ujung tombak dalam edukasi, pendampingan dan mobilisasi komunitas, untuk mendukung penanganan program TBC dan HIV ini.(rdw/kmf)
