Ramlan Nurmatias : Peringatan Idul Adha 1447 H Sangat Istimewa Karena Bertepatan dengan Momentum Bersejarah 100 tahun Jam Gadang

HEADLINESRIWIJAYA. COM

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, mengakan, peringatan Idul Adha 1447 Hijriah tahun 2026 ini menjadi sangat istimewa karena bertepatan dengan momentum bersejarah 100 tahun Jam Gadang.

“Dua momentum besar tersebut menjadi pengingat penting bagi seluruh masyarakat untuk terus memperkuat persatuan, menjaga nilai agama dan adat, serta membangun ketahanan keluarga di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks, ” ujar Ramlan Nurmatias pada shalat Idul Adha 1447 H 27 Mei 2026 di Lapangan Kantin.

Sebab Idul Adha kata Wako, mengajarkan nilai pengorbanan, keikhlasan dan kepedulian sosial. Ia juga menghimbau agar momen Idul Adha sebagai momen berbagi dan kebersamaan. Jangan sampai ada warga kita yang tidak dapat daging qurban.

Sementara 100 Tahun Jam Gadang lanjutnya, menjadi simbol perjalanan sejarah dan persatuan masyarakat Bukittinggi. Ketika dua momentum ini bersatu, maka pesan yang lahir adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga Bukittinggi sebagai kota yang religius, berbudaya, aman dan bermartabat. .

Wako menambahkan, ancaman penyakit masyarakat, narkoba, pergaulan bebas hingga perilaku menyimpang LGBT harus menjadi perhatian bersama. Pemerintah Kota Bukittinggi bersama seluruh unsur masyarakat menolak segala bentuk perilaku yang bertentangan dengan norma agama dan adat Minangkabau.

Karena itu tegasnya, keluarga harus menjadi benteng utama melalui penguatan pendidikan agama, kasih sayang dan pengawasan terhadap anak-anak. Pemko terus berupaya mengantisipasi persoalan ini dengan menjalankan program Sekolah Keluarga Gemilang.

“Kami seluruh unsur masyarakat, mulai dari Niniak Mamak, Alim Ulama, Bundo Kanduang hingga tokoh pemuda untuk kembali menghidupkan semangat Parik Paga Nagari dalam menjaga lingkungan sosial yang sehat dan bermoral. Momentum Idul Adha dan 100 Tahun Jam Gadang, lanjutnya, harus menjadi titik kebangkitan moral masyarakat Bukittinggi melalui semangat gotong royong, persatuan dan kepedulian terhadap generasi penerus,” ungkapnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi, Irwan, menyampaikan, pada Hari Raya Idul Adha terdapat dua ibadah utama yang dilaksanakan umat Islam, yaitu ibadah haji dan ibadah qurban. la mendoakan seluruh jemaah haji asal Bukittinggi, Sumatra Barat, maupun Indonesia agar diberikan keselamatan selama menjalankan ibadah dan kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur.

Irwan menambahkan, dalam pelaksanaan Shalat Idul Adha tahun ini, bertindak sebagai imam Darul Asfani, S.Ag., M.H., yang merupakan Dewan Hakim MTQ tingkat Provinsi Sumatra Barat asal Kota Bukittinggi. Khatib Shalat Idul Adha dipercayakan kepada Muchlis Bahar, Lc., M.Ag., Guru Besar UIN Imam Bonjol Padang.(rdw).