KEBAKARAN HEBAT DIDUGA AKTIVITAS MINYAK ILEGAL DI KOTA JAMBI, KENDARAAN BERTULISKAN PT ASR PETROLIN ENERGI JADI SOROTAN, NAMA FRANS TARIGAN BEREDAR DI MEDSOS, AKTIVIS DESAK PENYELIDIKAN MENYELURUH

HEADLINESRIWIJAYA.COM

Jambi – Kebakaran hebat yang terjadi beberapa waktu lalu di kawasan pemukiman warga Kota Jambi kembali menjadi perhatian publik. Insiden tersebut memunculkan berbagai pertanyaan terkait dugaan adanya aktivitas minyak ilegal di lokasi kejadian. Kamis (21/05/2026).

Selain membahayakan keselamatan warga sekitar, aktivitas semacam itu apabila terbukti melanggar hukum dinilai berpotensi menimbulkan kerugian terhadap negara dan dampak terhadap lingkungan.

Dalam informasi yang beredar di tengah masyarakat, disebutkan terdapat kendaraan angkutan industri bertuliskan PT ASR Petrolin Energi dengan nomor INU 91200039419430006 yang dilaporkan ikut terbakar di lokasi kejadian. Namun hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum maupun pihak perusahaan terkait hubungan kendaraan tersebut dengan penyebab kebakaran atau aktivitas di lokasi.

Peristiwa tersebut kemudian memunculkan berbagai dugaan di ruang publik mengenai aktivitas yang berlangsung di lokasi sebelum kebakaran terjadi serta pihak-pihak yang mungkin memiliki keterkaitan.

Aktivis Jambi, Amri, meminta aparat penegak hukum melakukan penyelidikan secara menyeluruh dan transparan untuk mengungkap penyebab kebakaran serta memastikan ada atau tidaknya unsur pelanggaran hukum.

“Ini bukan pertama kali dugaan kasus seperti ini muncul. Masyarakat berharap penegakan hukum dilakukan secara serius dan menyeluruh agar semua pihak yang terbukti terlibat dapat diproses sesuai aturan,” ujarnya.

Menurut Amri, penyelidikan tidak cukup hanya berhenti pada peristiwa kebakaran, tetapi juga perlu menelusuri pihak-pihak yang memiliki keterkaitan dengan aktivitas di lokasi apabila ditemukan indikasi pelanggaran.

“Kalau ada dugaan aktivitas berskala besar, tentu perlu ditelusuri lebih jauh. Penegakan hukum harus berjalan adil dan objektif,” tambahnya.

Lebih lanjut, Amri menyebut di media sosial dan pembahasan publik mulai beredar nama Frans Tarigan, yang oleh sebagian pihak disebut-sebut memiliki keterkaitan. Meski demikian, hingga berita ini diterbitkan belum terdapat pernyataan resmi, bukti yang dipublikasikan, maupun hasil penyelidikan aparat yang menetapkan keterlibatan pihak tersebut dalam peristiwa dimaksud.

Amri meminta seluruh informasi yang beredar diperiksa secara objektif oleh aparat agar tidak berkembang menjadi spekulasi di tengah masyarakat.

Saat ini publik menunggu langkah aparat penegak hukum di Jambi untuk mengungkap penyebab kebakaran, memastikan ada atau tidaknya aktivitas yang melanggar hukum, serta mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab berdasarkan hasil penyelidikan resmi. (*)