HEADLINESRIWIJAYA.COM
Jambi – Skandal penyelewengan BBM bersubsidi kembali mencuat. Kali ini, investigasi udara menggunakan drone mengungkap aktivitas mencurigakan armada bantuan PT. Jefri Abidin A.B yang diduga sedang melakukan penurunan minyak di sebuah gudang di kawasan Pemayung, Jambi. Gudang itu diduga milik seorang anggota TNI aktif berinisial RM, yang tercatat sebagai Provos di Korem Jambi.
Rekaman tersebut seakan membuka tabir permainan lama yang selama ini lolos dari pengawasan. Temuan ini kini menunggu langkah aparat penegak hukum untuk mengusut lebih jauh aktivitas di balik gudang yang juga disebut-sebut bersebelahan dengan rumah makan.
Video viral itu pertama kali diunggah oleh akun TikTok @infokasus03, @perspektif, @wartapembaruanjambi, dan @lensajambi007.
RM Singkat Menjawab Konfirmasi Media
Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, RM hanya menjawab singkat:
“Siap, tksh imponya.”
Jawaban itu menimbulkan lebih banyak tanda tanya dibanding kejelasan.
Ancaman BBM Oplosan
Selain praktik ini, kualitas BBM yang masuk ke SPBU juga dipertanyakan. Publik menyoroti dugaan oplosan—dikenal dengan istilah “dodol”—yang membuat masyarakat terancam mendapat BBM berkualitas buruk meski rela antre panjang.
Transportir Baru Dinilai Rawan
Kehadiran transportir bantuan PT. Jefri Abidin A.B juga dinilai membuka celah penyalahgunaan. Sejumlah hal dipertanyakan, antara lain:
- GPS armada tidak terhubung ke sistem pusat Pertamina (RTC).
- Kamera pengawasan tidak terkoneksi ke pusat maupun ke Pertamina Jambi.
- Distribusi rawan penyelewengan karena lemahnya kontrol.
Desakan Publik
Masyarakat kini mendesak Menteri BUMN turun tangan. Mereka meminta adanya tim pengawas independen yang benar-benar bersih, bukan justru diduga ikut melancarkan praktik ilegal tersebut.
“Skandal ini bukan hanya merugikan negara, tapi juga menghancurkan kepercayaan publik terhadap distribusi BBM subsidi. Jika benar ada oknum aparat terlibat, Pangdam baru harus segera turun tangan,” ujar salah satu aktivis Jambi. (Tim. A.Chaniago)
