HEADLINESRIWIJAYA.COM
Tanjabtim – Isu adanya dugaan penjualan Pokok Pikiran (Pokir) oleh Anggota DPRD Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), HN, kepada seorang kontraktor berinisial OK, akhirnya terungkap hanya sebagai kesalahpahaman. Kabar tersebut berawal dari obrolan ringan di warung kopi yang kemudian melebar hingga menimbulkan informasi tidak sesuai fakta.
HN dalam hak jawabnya menegaskan bahwa isu tersebut tidak benar. Pernyataan HN itu turut diperkuat oleh klarifikasi dari kontraktor OK. Ia mengakui bahwa dirinya memang sempat berbicara soal itu, namun hanya sebatas obrolan santai.
“Saya pernah berbicara itu, hanya obrolan kosong di warung kopi. Tapi memang hal itu tak selayaknya diucapkan. Saya memohon maaf, terutama kepada Ibu HN, atas beredarnya isu ini,” ujar OK.
Lebih lanjut, OK menjelaskan bahwa proyek yang ia menangkan murni melalui kompetisi tender. Perusahaannya menjadi penawar terendah sebesar 2% dari Harga Perkiraan Sendiri (HPS), sedangkan perusahaan lain milik seseorang berinisial BG menawar dengan angka lebih tinggi, yaitu 1,5% dari HPS. Dengan demikian, perusahaan OK berada di posisi nomor 1, sementara perusahaan BG berada di posisi nomor 2.
OK kemudian mengungkapkan adanya pertemuan dengan BG pada Rabu, 6 Agustus 2025, di sebuah warung makan depan Kantor Dinas PMD. Dalam pertemuan itu, BG disebut sempat mencoba melakukan negosiasi agar OK mundur dari tender dengan menawarkan uang sebesar Rp20 juta. Namun, tawaran itu ditolak oleh OK.
“Justru saat pertemuan dengan BG itu, muncul obrolan santai yang akhirnya dipelintir menjadi isu seolah-olah saya memberi uang kepada HN. Padahal kenyataannya tidak demikian. Proyek saya menangkan sesuai mekanisme tender resmi,” tegasnya.
OK menambahkan, dalam waktu dekat dirinya akan menemui langsung Ibu HN untuk menyampaikan permohonan maaf atas kesalahan ucap dan kekeliruan yang telah menimbulkan isu tidak benar serta mengganggu kenyamanan HN sebagai wakil rakyat.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada media yang telah melakukan konfirmasi sesuai kode etik jurnalistik.
“Untuk masyarakat Tanjabtim, terutama di dapil Nipah Panjang dan sekitarnya, semoga hal ini jadi pembelajaran. Rambut sama hitam, belum tentu niat dan pikiran orang sama. Mungkin ada oknum yang ingin memanfaatkan situasi, tapi kita jangan terprovokasi. Mari sama-sama percaya pada wakil rakyat kita. Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh,” tambahnya. (A.Chaniago)
