HEADLINESRIWIJAYA.COM
Muaro Jambi – Aktivitas tambang galian C di Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, menuai sorotan dan keluhan masyarakat. Warga menuding kegiatan pengerukan tanah dilakukan tanpa memperhatikan aspek lingkungan serta diduga kuat tanpa mengantongi izin resmi.
Keluhan warga disampaikan karena mobilitas puluhan truk pengangkut tanah merah dari lokasi tambang kerap melintas tanpa ditutup terpal. Akibatnya, material berceceran di jalanan, menyebabkan debu tebal saat panas dan lumpur licin saat hujan, yang sangat mengganggu aktivitas masyarakat sekitar.
“Sudah lama aktivitas ini berlangsung, tapi belum ada tindakan nyata dari pemerintah maupun aparat penegak hukum. Kami menduga kuat tambang-tambang ini ilegal,” ungkap seorang warga, Senin (23/6/2025).
Menurut informasi warga, sedikitnya terdapat 10 titik tambang galian C di wilayah Kecamatan Sungai Gelam. Beberapa di antaranya masih aktif, seperti di Desa Kebun 9, Talang Kerinci, dan Sungai Gelam, sementara sisanya sudah tidak lagi beroperasi namun ditinggalkan begitu saja, meninggalkan kerusakan lingkungan yang parah.
“Yang tidak aktif pun tak dirapikan. Bekas galian ditinggalkan terbuka, membuat lahan rusak dan air tak lagi bisa meresap. Padahal dulu daerah kami tak pernah banjir, sekarang beberapa wilayah mulai terendam saat musim hujan,” jelas narasumber.
Selain dampak terhadap lingkungan dan kenyamanan warga, aktivitas galian C yang diduga tanpa izin ini juga merugikan pemerintah daerah. Pajak dan retribusi dari tambang semestinya masuk sebagai pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Muaro Jambi, namun dengan kegiatan ilegal tersebut, potensi pendapatan daerah bisa hilang begitu saja.
Masyarakat pun meminta Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas ESDM, dan aparat penegak hukum untuk segera menindak tegas aktivitas tambang tanpa izin tersebut.
“Kami harap segera ditertibkan, bahkan bila perlu ditutup total jika memang tak berizin. Kami ingin lingkungan kami aman, sehat, dan tidak rusak karena ulah segelintir orang yang hanya mementingkan keuntungan pribadi,” pungkas warga.
