Kondisi Jembatan Penghubung Pulau Rimau-Selat Penugguan di Banyuasin Semakin Rusak Parah, Warga Mendesak Perbaikan

HEADLINESRIWIJAYA.COM,-

BANYUASIN – Jembatan Tanah Kering yang menjadi penghubung utama antara Kecamatan Pulau Rimau dan Kecamatan Selat Penugguan, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, kini berada dalam kondisi yang semakin rusak parah. Jembatan ini merupakan akses vital bagi mobilitas warga dan aktivitas ekonomi setempat, namun kerusakannya memaksa warga untuk melakukan perbaikan darurat secara mandiri.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Sabtu (29/3), kondisi jembatan ini sangat mengkhawatirkan. Pengendara, terutama pengguna mobil, harus ekstra hati-hati karena beberapa bagian besi jembatan terlepas, meningkatkan risiko kecelakaan. “Rangka lantai jembatan yang dibangun pada tahun 1980-an ini sudah mulai keropos, bahkan ada beberapa bagian yang terlepas. Ini bisa sangat membahayakan pengguna jalan,” ujar salah seorang warga.

Tiang penyangga jembatan juga mengalami kerusakan yang serius, membuat jembatan semakin rawan dilalui, terutama oleh kendaraan roda empat dan kendaraan bermuatan berat. Warga sering kali harus menunggu perbaikan darurat selesai sebelum bisa melintasi jembatan, yang menyebabkan terganggunya aktivitas harian mereka.

FOTO: kondis jembatan Penghubung Kec. Pulau Rimau – Selat penungguan yang Rusak parah, membahayakan pengguna jalan yang melintasi jembatan tersebut(ist)

KH. Ali Mahmusi, politisi Partai Demokrat dan anggota DPRD Banyuasin dari Dapil Pulau Rimau, menyatakan bahwa pihaknya terus berupaya membahas perbaikan jembatan yang sudah termakan usia ini. “Jembatan ini sudah ada sejak program transmigrasi di Pulau Rimau, dan memang kondisinya sangat mengkhawatirkan. Kami pernah mengalokasikan dana aspirasi untuk penimbunan jalan di Tanah Kering, namun untuk perbaikan jembatan terkendala oleh anggaran yang besar jika ingin membangun jembatan baru,” jelasnya.

Menurut Ali Mahmusi, pembangunan jembatan baru dengan panjang sekitar 200 meter akan memerlukan dana ratusan miliar rupiah. Saat ini, pemerintah dan DPRD Banyuasin telah menganggarkan 7 miliar rupiah untuk perbaikan jembatan ini, namun realisasi dana tersebut masih menunggu pengangkatan Kepala Dinas PU PR yang baru.

Salah satu warga Pulau Rimau, Turiman, berharap pemerintah segera merespons permasalahan ini. “Jangan sampai ada korban jiwa baru ada tindakan. Kami harap bupati dan wakil bupati terpilih bisa lebih cepat tanggap dalam membangun jembatan baru. Saat ini, beberapa perusahaan juga memanfaatkan jembatan ini untuk mengangkut hasil kebun mereka dengan tonase berat, yang semakin memperparah kerusakan,” ujarnya.

Warga berharap agar perbaikan jembatan tidak terus tertunda dan segera terealisasi demi keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat. (Ray)

Editor: Heri Chaniago