Danramil 08 Akabiluru Hadiri Acara Batagak Pangulu Nagari Koto Tangah Batu Hampar

Headlineariwijaya.com

Lima Puluh Kota — komandan Koramil (Danramil) 08 Akabiluru Kodim 0306/50 Kota menghadiri acara Batagak Pangulu Nagari Koto Tangah Batu Hampar. Bertempat di Jorong Sungai Cubadak Kecamatan Akabiluru. Kamis (7/9/2023).

Batagak pangulu merupakan upacara adat Minangkabau dalam rangka meresmikan seseorang menjadi penghulu. Peresmian penghulu berpedoman kepada petitih adat, maangkek rajo, sakato alam, maangkek penghulu sakato kaum.

Tata tertib meresmikan penghulu dimulai dari rapat atau mufakat kaum, kemudian dibawa kehalaman yang artinya dibawa masalahnya ke dalam kampung lalu diangkat ke tingkat suku dan akhirnya di bawa dalam Kerapatan Adat Nagari (KAN).

Malewakan penghulu bertujuan untuk memberitahukan kepada masyarakat atas pelantikan pemimpin baru suatu kaum dan penghulu tersebut akan memimpin nagari secara kolektif bersama dengan penghulu lainnya.

Danramil 08 Akabiluru kapten Inf Pardani dalam keterangannya mengucapkan selamat kepada Pangulu yang baru saja dilewakan. kepada Niniak Mamak kami berharap agar dapat mengayomi dan mengajarkan kepada anak kemenakan tentang adat istiadat yang ada di Minangkabau.

Kami berharap Niniak Mamak dapat bersinergi untuk mewujudkan Nagari yang berpegang kepada, Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, sebut Danramil.

Tugas seorang panghulu disampaikan Danramil, kaluak paku kacang balimbiang, tampuruang lenggang-lenggokkan, baok manurun ka Saruaso, tanamlah siriah sarato jo ureknyo, anak dipangku, kamanakan dibimbiang, urang kampuang dipatenggangkan, tenggang nagari jaan binaso, tenggang sarato jo adatnyo.

Sebagai seorang pemimpin aturan tersebut berlaku untuk diri sendiri dalam mengurus kaum, aturan mengurus nagari, menegakkan adat di nagari, adat sabatang panjang selaku kita orang Minangkabau, sudah tentu ada adat salingka nagari.

Ditambahkan Danramil, gelar yang dipangku hari ini, suatu saat nanti tentu juga akan diwariskan kepada anak-kemenakan, jadi penerusnya nanti sudah barang tentu juga paham dengan adat dan agama. Dari itu Ia berharap kepada panghulu kaum yang dilewakan agar mengajak dan merangkul anak kemenakan serta memberikan bekal pendidikan tentang adat, agama dan budaya, pungkasnya

.( pendim0306/*)