Headlinesriwijaya.com
Tanjung Raya, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Pangan mendistribusikan 22,26 ton beras yang diperuntukkan bagi korban bencana longsor di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, diserahkan secara simbolis oleh Kepala Dinas Pangan Sumbar Syaiful Bahri Rabu (02/08/2023) di aula Kantor Walinagari Tanjung Sani.
Turut hadir saat penyerahan bantuan Bupati Agam Dr. Andri Warman, Kalaksa BPBD Bambang Warsito, Kepala Dinsos Rahmi Artati, Kepala DKPP Rosva Deswira, Kepala Dinas Pertanian Afniwirman, Camat Tanjung Raya Roza Syafdefianti, Walinagari Tanjung Sani Mukshin, dan lainnya.
Kepala Dinas Pangan Sumbar, Syaiful Bahri menyebutkan, bantuan yang disalurkan merupakan program cadangan pangan dari dinas pangan yang diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan terutama terdampak bencana.

“Ini adalah program bantuan cadangan untuk masyarakat terdampak bencana longsor di Agam khususnya di Nagari Koto Malintang dan Tanjung Sani. Untuk jumlahnya tercatat sebanyak 22,26 ton beras,” ujarnya Syaiful Bahri.
Sementara itu, Bupati Agam Dr.Andri Warman mengucapkan terimakasih kepada Pemprov Sumbar yang sudah memberikan bantuan beras kepada korban bencana alam di kabupaten Agam
“Atas pemerintah kabupaten dan masyarakat kami mengucapkan terimakasih kepada Pemprov Sumbar yang sudah peduli memberikan bantuan cadangan pangan berupa beras kepada korban bencana alam di Kecamatan Tanjung Raya,” jelasnya.
Pihaknya berharap bantuan yang disalurkan itu dapat bermanfaat bagi masyarakat untuk menambah kebutuhan hidup sehari-hari.
“Mudah-mudahan bisa bermanfaat dan meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana,” sebutnya.
Ia menyebut, setidaknya ada 4 kabupaten/kota di Sumbar yang terdampak bencana alam pada tanggal 13 Juli 2023 yang lalu. Bencana itu terjadi akibat tingginya curah hujan yang melanda.
“Agam menjadi salah satu daerah di Sumbar yang terdampak bencana alam, dan terjadi di Nagari Koto Malintang dan Nagari Tanjung Sani,” ungkapnya.
Selain itu, pihaknya juga berkomitmen untuk mencari bantuan tambahan lainnya dari berbagai instansi, termasuk melakukan pembenahan-pembenahan di lokasi terdampak.
“Kita upayakan semaksimal mungkin bagaimana kehidupan masyarakat ini bisa segera pulih kembali dan berjalan normal seperti sebelum terjadi bencana,” jelas Andri Warman. (Yn/*)
