Kamenag Bukittinggi kerjasama dengan Bank Penerima setoran haji gelar Manasyik Haji.

Headline Sriwijaya.com

Bukittinggi, –Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi bekerjasama dengan Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji ( BPS BIPIH) menggelar Manasik Haji Sepanjang Tahun melalui program Bersama Edukasi Rahasia Haji Dan Manasik Haji Pasca Pademi (Bersahaja Pasca Pandemi) bagi Jama’ah estimasi keberangkatan tahun 1444 Hijriyah/2023 Masehi, Minggu (15/01) di Masjid Assyifa’ Bukittinggi.

Sebagai Narasumber Kakan Kemenag, H. Eri Iswandi, Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah, Hj. Tri Andriani Djusair dan Kepala Dinas Kesehatan diwakili Tria Ewilda (Pengelola Kesehatan Haji). Turut hadir pada kegiatan ini pimpinan BPS BIPIH se-Kota Bukittinggi.

Kepala Kantor Kementerian Agama kota Bukittinggi pada kesempatan tersebut menyampaikan informasi dan kebijakan terkait kuota haji tahun 1444 Hijriyah 2023 Masehi. “Sesuai dengan kesepakatan pemerintah Arab Saudi dengan pemerintah Indonesia pada tanggal 9 Januari 2023 menetapkan bahwa untuk penyelenggaraan haji tahun ini tanpa pembatasan kuota dan usia. Berkaitan dengan itu, Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi merespon dengan cepat mengumpulkan Jema’ah estimasi berangkat tahun 2023 sekaligus memberikan informasi untuk mempersiapkan dokumem yang di perlukan sembari menunggu surat keputusan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah tentang Jema’ah berhak lunas dan juknis pelunasan biaya haji tahun 2023,” terangnya.

Selanjutnya H. Eri Iswandi juga menghimbau Jema’ah agar mempersiapkan diri dengan ilmu manasik haji menambah dan memperdalamnya baik itu melalui Kantor Kementerian Agama, KBIHU atau pun secara mandiri serta yang tak kalah pentingnya menjaga kesehatan agar dapat melaksanakan rangkaian ibadah haji dengan baik dan sempurna.

Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah, Hj.Tri Andriani Djusair menyapaikan “Jumlah Jema’ah haji Kota Bukittinggi yang tunda berangkat tahun 2020 dan belum berangkat di tahun 2022 karena pembatasan kuota berjumlah 150 orang, sedangkan Jema’ah estimasi penuhan kuota diperkirakan sebanyak 230 orang jemaah,” tuturnya menyampaikan informasi.

Hj. Tri Andriani Djusair Selanjutnya menyampaikan kelengkapan dokumen yang harus disiapkan oleh Jema’ah.
“Diantara dokumen yang harus di perhatikan adalah paspor, untuk penyelenggaraan haji tahun ini expaired paspor per tanggal 20 Desember 2023.
Bagi Jema’ah yang paspornya sudah expaired atau belum punya paspor akan kita bantu. Insya Allah Kantor Kementerian Agama kota Bukittinggi akan menjalin kerjasama dengan pihak imigrasi untuk memberikan pelayanan pengurusan paspor Jema’ah haji secara kolektif melalui program ezy paspor,” tuturnya.

Selain itu Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah ini menyampaikan informasi dokumen yang di harus disiapkan terkait penggabungan mahram, pendamping lansia , mutasi dan pelimpahan nomor porsi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi diwakili Pengelola Kesehatan Haji, Tria Ewilda menyampaikan terjait proses dan alur pemeriksaan kesehatan jama’ah tahap1 dan tahap 2, tes kebugaran jama’ah, vaksin covid dan vaksin meningitis . Untuk pemeriksaan kesehatan tahap 1 direncanakan Akhir Januari mengingat semakin dekatnya jadwal pemberangkatan kloter ke Arab Saudi, wiwit juga menyampaikan dokumen yang di perlukan dalam rangkaian pemeriksaan kesehatan dan tes kebugaran jemaah. (Syafrial/*)